Museum Biologi UGM, Museum Koleksi Flora Dan Fauna

Museum Biologi

Biologi adalah suatu ilmu yang mempelajari mengenai alam dan kehidupan secara ilmiah. Ilmu biologi ini tentunya sudah dipelajari sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah. Untuk menambah ilmu ini, biasanya orang-orang akan melakukan berbagai cara salah satunya adalah berkunjung ke Museum Biologi.

Lihat juga Museum lain yang tidak kalah menarik : Museum Sonobudoyo

Yogyakarta sebagai kota yang dipenuhi tempat wisata menyenangkan tentunya memiliki serangkaian wisata. Seperti wisata sejarah, wisata alam, wisata religi, dan wisata pendidikan. Di kota ini juga terdapat banyak museum yang tentunya dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat sekitar maupun bagi para pelancong. Salah satunya ialah Museum Biologi.

Sekilas Mengenai Museum Biologi

Museum Biologi UGM bisa disebut sebagai kategori museum khusus, yakni museum khusus pendidikan, dengan fokus pada pendidikan hayati. Tempat ini memiliki beragam koleksi fauna berupa awetan basah, taksidermi, dan kerangka. Koleksi-koleksi tersebut sebagian besar asalnya dari Indonesia.

Selain itu terdapat juga beberapa koleksi dari luar negeri yang merupakan sumbangan dari para peneliti, dosen, maupun masyarakat sekitar. Di antaranya merupakan fauna langka dan wajib dilindungi seperti komodo, harimau, beruang madu, trenggiling, burung cenderawasih, dan burung elang.

Koleksi yang ada pada Museum Biologi bisa menjadi wahana pendidikan bagi masyarakat secara umum. Pengetahuan mengenai aneka flora dan fauna bisa diperoleh pengunjung melalui pengamatan secara langsung pada koleksi. Selain itu juga terdapat informasi mengenai koleksi yang juga menyertainya.

Beberapa Koleksi fauna yang ada di tempat ini ditampilkan dalam bentuk diorama yang menggambarkan habitat mereka di alam. Selain itu, aneka koleksi kerangka fauna tersebut juga bisa memperkaya pengetahuan pengunjung. Salah satu koleksi unggulkan yang ada di tempat ini adalah Kerangka gajah Nyi Bodro yang berasal dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Badak Jawa, Dugong, Kuda, dan Walabi juga sebagian koleksi kerangka unggulan yang ada di Museum Biologi UGM. Selain koleksi fauna, terdapat juga koleksi flora yang ditampilkan dalam bentuk herbarium basah dan kering. Tidak hanya itu, koleksi simplisia berupa biji-bijian lokal dan tanaman obat juga dimiliki oleh Museum Biologi.

Sejarah Museum Biologi

Museum Biologi UGM dirintis semenjak berdirinya Museum Zoologicum tahun 1964. Waktu itu, museum ini berada di salah satu ruang kuliah Universitas Gadjah Mada. Museum tersebut dipimpin oleh Prof. drg. R.G. Indroyono. Untuk koleksi herbarium sendiri ditempatkan di sebagian ruang gedung yang ada di Jl. Sultan Agung.

Prof. Ir. Moeso Suryowinoto merupakan pemimpin dari koleksi herbarium museum ini. Koleksi biologi dan koleksi herbarium sendiri dikelola oleh Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Saat itu UGM masih bertempat di Ndalem Mangkubumen, Ngasem, Yogyakarta.

Kampus ini juga dikenal sebagai salah satu Fakultas Kompleks Ngasem. Selanjutnya atas ide dari dekan Fakultas Biologi UGM, yaitu Ir. Suryono Adisewoyo meresmikan Museum Biologi UGM pada tanggal 20 September 1969.

Museum Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada ini merupakan gabungan dari Museum Zoologicum dan Herbarium. Museum ini kemudian berada di Jl. Sultan Agung No. 22 Yogyakarta dan sampai saat ini belum berpindah. Lalu pada tanggal 1 Januari 1970 museum resmi dibuka untuk umum dan tahun 1972 bergabung dengan Barahmus DIY.

Lokasi, Rute, Jam Operasional, Dan Tiket Masuk

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, museum ini berada di Jalan Sultan Agung Nomor 22, Yogyakarta. Lokasinya yang berada di daerah kota ini mampu mendatangkan pengunjung dari berbagai tempat. Sehingga bagi para wisatawan yang mengunjungi Benteng Vredeburg, sempatkan juga untuk berkunjung ke sini.

Baca selengkapnya tentang : Museum Vredeburg

Sekedar tips untuk Anda bagi yang datang ke Yogyakarta dari luar kota, Anda bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Dengan menggunakan jasa tersebut, Anda tentunya bisa menghemat biaya dibandingkan dengan membawa mobil pribadi. Selain itu, Anda akan merasakan untuk mencoba mobil yang Anda inginkan.

Museum Biologi UGM ini beroperasi dari hari Senin hingga hari Jumat mulai dari jam 07.30 sampai jam 15.00. Sedangkan untuk hari Sabtu atau Minggu, museum tutup. Wisatawan dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 5.000 untuk pelajar, Rp. 7.000 untuk umum, dan Rp. 15.000 untuk turis mancanegara.

Koleksi Museum Biologi

Museum Biologi UGM tentunya memiliki berbagai koleksi yang tentunya dapat meningkatkan pengetahuan Anda. Berikut ini adalah koleksi yang ada di museum biologi UGM.

1. Binatang Avertebrata

Invertebrata atau yang juga disebut dengan avertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Sistem pernafasan, pencernaan serta sistem peredaran  darah binatang dengan jenis ini lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata.

Di museum ini, Anda bisa melihat berbagai binatang vertebrata yang tentunya sudah diawetkan. Salah satu cara pengawetan ini adalah berupa fosil. Anda akan melihat hewan seperti cacing, ubur-ubur, dan lain-lain yang diawetkan.

2. Tumbuhan Kriptogamae Yang Dikeringkan

Selain koleksi hewan, Anda juga bisa melihat berbagai tumbuhan yang sudah dikeringkan. Tumbuhan yang dipamerkan di museum ini juga bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu tingkatan hidup rendah dan tingkatan hidup tinggi.

Salah satu contoh tumbuhan yang memiliki tingkatan hidup rendah atau kriptogamae adalah lumut, pakis, alga cokelat, dan ganggang. Di tempat ini, Anda akan melihat jenis tumbuhan tersebut yang sudah diawetkan agar tidak layu.

3. Binatang Vertebrata

Jika Avertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang, maka vertebrata adalah hewan yang memiliki struktur tulang belakang. Jenis hewan yang mempunyai tulang belakang bisa dibagi menjadi mamalia, burung, reptil, ikan, dan hewan amfibi.

Di sini, Anda akan melihat berbagai macam hewan tersebut yang tentunya sudah diawetkan. Bahkan Anda jiuga dapat melihat hewan asal Indonesia yang sudah diawetkan atau juga berupa fosil. Selain itu, Anda juga bisa menemukan tulang-tulang hewan di museum ini.

4. Tumbuhan Tingkatan Hidup Tinggi

Tidak hanya tumbuhan tingkat rendah saja yang bisa Anda lihat, akan tetapi juga tumbuhan dengan tingkatan hidup tinggi. Dalam pelajaran mengenai biologi, tentunya Anda mempelajari tumbuhan jenis ini. Akan tetapi bagi Anda yang belum atau bahkan tidak mengetahui, Anda bisa melihat contoh tumbuhan tersebut di dekat rumah Anda.

Tumbuhan dengan tingkatan hidup tinggi ini salah satu ciri khususnya adalah memiliki tingkat perkembangan yang tinggi. Dalam hal ini, tumbuhan dengan jenis tersebut memiliki batang, akar, dan daun sejati. Jenis tumbuhan dengan tingkatan hidup tinggi tentunya bisa Anda temui di mana saja bahkan di dekat rumah Anda.

5. Biji-Bijian Dan Tanaman Obat

Di museum ini, Anda juga bisa melihat berbagai macam koleksi biji-bijian dan tanaman obat. Tanaman obat ini merupakan salah satu dari sekian tanaman yang berguna bagi kesehatan Anda. Sehingga mengonsumsi tanaman obat ini sangat penting untuk kesehatan.

Penutup

Museum Biologi UGM adalah salah satu dari sekian museum di Yogyakarta yang koleksinya berisi mengenai koleksi flora dan fauna. Selain itu, terdapat juga berbagai koleksi mengenai biji-bijian dan tanaman obat. Dengan datang ke museum ini, Anda bisa menambah pengetahuan Anda mengenai hewan-hewan dan tumbuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846