Museum Affandi, Sebuah Bentuk Penghormatan Untuk Sang Maestro

Museum Affandi

Affandi merupakan seorang pelukis terkenal di Indonesia dari Yogyakarta dengan aliran lukis expressionisme dan romantisme. Bahkan, Affandi ini sudah terkenal hingga ke mancanegara. Karya beliau saat ini disimpan di Museum Affandi. Museum Affandi dibangun sebagai sebuah penghormatan untuk Affandi.

Yogyakarta memiliki beberapa museum yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu dari sekian museum yang menarik adalah Museum Affandi. Di museum yang luasnya 3.500 meter persegi ini, pengunjung dapat melihat dan membayangkan kehidupan Affandi beserta  keluarganya semasa beliau hidup.

Baca juga Museum lain yang unik : Jogja National Museum

Pengunjung juga akan disajikan sekitar 300 karya dari 4000 karya-karya lukis yang dihasilkan oleh beliau.  Di museum ini, pengunjung juga bisa melihat perjalanan karir Affandi mulai dari awal kehidupan beliau sampai di akhir hayat.

Sejarah Museum Affandi

Awal mula museum ini adalah dibangunnya Galeri I yang dirancang sendiri oleh Affandi dengan biaya hasil penjualan lukisan-lukisannya. Pembangunan Galeri I ini kemudian selesai tahun 1962 dan diresmikan tahun 1974 oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang saat itu juga menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum.

Setelah itu, Galeri II dibangun dengan bantuan dari Pemerintah Indonesia melalui kunjungan Presiden Soeharto. Pembangunan Galeri II dimulai pada tahun 1987 serta diresmikan pada 9 Juni 1988 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Fuad Hasan.

Kemudian Galeri III dibangun oleh Yayasan Affandi pada tahun 1999 yang kemudian pada Mei tahun 2000 diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Yang terakhir yaitu Galeri IV dibangun pada tahun 2002 guna memamerkan lukisan-lukisan keluarga Affandi.

Baca juga tempat wisata religi sekaligus bersejarah di Jogja : Masjid Kauman Jogja 

Bangunan Museum Affandi

Museum ini tentunya memiliki bangunan yang tidak hanya memamerkan koleksi beliau saja. Akan tetapi juga berbagai koleksi dari keluarga Affandi juga berada di museum ini. Berikut ini adalah beberapa bangunan yang ada di Museum Affandi.

1. Galeri I

Di galeri pertama yang luasnya 314,6 meter persegi ini mulai dibangun pada tahun 1962 dan selesai serta dibuka tahun 1974. Bangunan galeri I ini dibangun secara bertahap dan dibangun oleh Affandi sendiri. Rumah Affandi sekaligus galeri pertama mengadaptasi bentuk daun pisang.

Sebuah karya restropektif Affandi dipajang di galeri ini. Karya restropektif tersebut terdiri dari sketsa di atas kertas, cat air, pastel, dan lukisan cat minyak di atas kanvas.

Selain lukisan, patung-patung yang terbuat dari tanah liat dan semen ada di Galeri I. Selain itu, di Galeri ini juga terdapat patung yang menggambarkan Affandi dan putrinya Kartika dan mobil kesayangannya, yaitu Mitsubishi Galant 1976.

2. Galeri II

Lalu di Galeri kedua yang memiliki dua lantai seluas 315,5 meter persegi ini secara resmi dibuka pada tahun 1988. Lantai pertama merupakan ruang pameran sedangkan lantai kedua digunakan untuk penyimpanan lukisan. Sayangnya, lantai kedua ini dibatasi untuk para pengunjung.

Galeri II ini menyimpan berbagai koleksi lukisan Affandi yang dijual. Selain itu, galeri II ini juga menyimpan karya-karya seniman terkenal lainnya, seperti Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, Mochtar Apin, dll.

Orang-orang tersebut adalah teman-teman terbaik Affandi, meskipun mereka berbeda aliran seni dengan Affandi. Selain membeli dari teman-teman senimannya, dia juga mendapatkan koleksinya secara gratis serta dari kegiatan melukis kelompok.

Hal ini semata-mata ditujukan untuk membantu masalah ekonomi mereka. Karya seni lain dari seniman lokal berupa instalasi dan pahatan juga dipamerkan di Galeri II.

3. Galeri III

Selanjutnya di galeri ketiga ini bangunannya dibangun oleh Yayasan Affandi pada tahun 1999. Bangunan ini kemudian secara resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada bulan Mei tahun 2000. Tujuan dibangunnya galeri ketiga ini adalah untuk memenuhi keinginan terakhir Affandi, yaitu memiliki penyimpanan untuk menjaga karya seni dan koleksinya.

Bangunan galeri ketiga merupakan bangunan dua lantai, di mana lantai atas digunakan sebagai ruang pemulihan serta ruang bawah tanah sebagai penyimpanan. Di sebelah galeri ketiga dibangun sebuah menara yang bisa dilihat dari jalan depan museum.

Galeri ketiga ini menampilkan berbagai karya anggota keluarga Affandi. Karya mereka antara lain adalah sulaman Maryati, istri pertama Affandi, kemudian lukisan Kartika yang merupakan putri dari Maryati. Selain itu juga terdapat lukisan karya Rukmini, putri Affandi dari istri kedua.

4. Rumah Affandi

Sebagai bagian dari kompleks Museum Affandi, Affandi membangun rumah panggung sebagai tempat tinggalnya, Rumah beliau masih berbentuk daun pisang dengan tiang-tiang utama yang terbuat dari beton dan sebagian dari kayu berukir.

Lantai atas digunakan sebagai kamar pribadi Affandi, sedangkan lantai bawah digunakan sebagai ruang tamu dan garasi. Saat ini, bekas rumah tersebut telah berubah menjadi Café Loteng bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati makanan yang dijual.

5. Studio Gajah Wong

Selain menyimpan berbagai koleksi, di Museum Affandi juga terdapat studio seni yang bernama Studio Gajah Wong. Studio Gajah Wong terdiri dari dua studio yang masing-masing diberi nama Studio Gajah Wong I dan Studio Gajah Wong II.

Studio Gajah Wong I dibangun pada bulan Januari tahun 2004. Nama studio ini diambil dari nama sungai di samping bangunan Museum Affandi, yaitu Sungai Gajah Wong. Fungsi dari studio ini adalah sebagai ruang pameran dan tempat workshop untuk beberapa seniman dan juga murid Studio Gajah Wong.

Di studio ini terdapat beberapa lukisan yang dipamerkan secara permanen dan dilukis oleh cucu Affandi yang bernama Didit. Dia juga seorang pelukis yang memiliki aliran sama dengan mendiang kakeknya, yaitu expresionisme.

Sedangkan untuk Studio Gajah Wong II dibuka pada bulan Januari tahun 2010. Studio ini disediakan untuk anak-anak dan orang dewasa untuk belajar melukis. Selain itu, Studio Gajah Wong II juga digunakan sebagai ruang pameran untuk karya seni para pelajar di Studio Gajah Wong.

Lokasi, Rute, Jam Operasional, Dan Tiket Masuk

Museum ini dibuka pada hari Senin sampai Sabtu mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Untuk tiket masuknya, dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000 untuk pengunjung domestik dan Rp. 100.000 untuk turis. Bagi Anda yang datang bersama rombongan, Anda akan mendapat diskon tiket masuk sebesar 50 persen.

Museum Affandi berada di Jl. Laksda Adisucipto 167, Yogyakarta 55281. Jalurnya sangat mudah ditempuh, karena lokasinya dekat dengan beberapa pusat perbelanjaan. Sehingga, Anda bisa menuju ke Museum Affandi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan jasa sewa mobil.

Menggunakan jasa sewa mobil tentunya mempermudah Anda dalam membawa keluarga Anda. Anda akan merasakan hal yang berbeda dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Salah satu perbedaan yang mendasar adalah Anda bisa menentukan Anda ingin membawa bersama sopir atau menyetir sendiri.

Museum Affandi merupakan satu dari deretan museum terbaik yang ada di Yogyakarta. Nama Affandi sendiri sudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia sebagai maestro lukis.

Aliran yang diusung oleh Affandi ini tentunya memberikan pengaruh yang besar terhadap karir beliau semasa hidupnya. Untuk mengenang jasa-jasa beliau, keluarga Affandi membuat sebuah museum sebagai penghormatan sekaligus mewujudkan keinginan beliau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846