Plengkung Gading, Satu Dari Lima Gerbang Keraton Bersejarah

Plengkung Gading

Dalam sejarah Keraton Yogyakarta, Plengkung atau gerbang menuju kerajaan sangat penting keberadaannya. Pada masa itu, gerbang ini menjadi akses masyarakat untuk menuju ke keraton yang dikelilingi tembok besar. Salah satu dari Plengkung tersebut adalah Plengkung Gading.

Keraton Yogyakarta berdiri sejak tahun 1755 dan didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono pertama. Beliau mendirikan keraton ini beberapa bulan setelah Perjanjian Giyanti. Dalam perjanjian Giyanti, disebutkan bahwa Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua bagian. Yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasultanan Surakarta.

Keraton Yogyakarta memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat pada waktu itu. Berdirinya bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya seakan membuat keraton Yogyakarta sangat sakral. Sehingga saat para wisatawan berkunjung ke sana pun harus bersikap sopan dan menjaga aturan.

Lokasi dari Plengkung Gading ini tidak jauh dari Keraton Ngayogyakarta, tepatnya di Jalan Patehan Kidul No.4, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta 55133. Jika ditempuh dari Keraton Yogyakarta, jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga wisatawan bisa dengan mudah untuk menuju ke Plengkung Gading.

5 Plengkung Keraton Yogyakarta Dan Arti Namanya

Keraton Yogyakarta memiliki lima buah plengkung atau gapura. Gapura ini digunakan sebagai tempat bagi masyarakat untuk menuju ke Keraton Yogyakarta. Berikut adalah kelima plengkung tersebut beserta dengan filosofi yang tersimpan pada plengkung ini.

1. Plengkung Tarunasura

Plengkung Tarunasura memiliki nama lain yaitu Plengkung Wijilan. Hal tersebut dikarenakan letak plengkung ini berada di daerah Wijilan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Letak persis dari Plengkung Tarunasura ini berada di sebelah timur Alun-alun Utara. Selain itu, plengkung ini juga menjadi jalur utama lalu-lintas kendaraan.

Konon penamaan plengkung Tarunasura ini karena dahulunya para prajurit-prajurit muda menjaga pintu gerbang ini. Sampai saat ini, Plengkung Tarunosuro masih untuh bangunannya. Meskipun tembok beteng di bagian kiri dan kanan sudah hilang dan menjadi pemukiman warga.

2. Plengkung Jagabaya

Letak dari plengkung  ini ada di sisi barat Keraton Yogyakarta. Plengkung ini juga memiliki nama lain yaitu Plengkung Tamansari. Hal tersebut dikarenakan lokasinya yang masih berada di kawasan Tamansari.

Arti nama plengkung Jagabaya ini adalah menjaga dari marabahaya. Dalam bahasa Jawa kata Jaga berarti menjaga, sedangkan Baya berarti bahaya. Plengkung Jagabaya saat ini sudah berubah bentuk dan saat ini hanya tersisa gapuranya saja.

3. Plengkung Jagasura

Gerbang Jagasura atau Plengkung Jagasura letaknya berada di sebelah barat Alun-alun Utara. Bentuk dari Plengkung Jagasura kini sudah tidak utuh lagi serta tinggal menyerupai gapura saja.

Dalam Bahasa Jawa, Jagasura berasal dari dua kata, Jaga yang memiliki arti menjaga serta Sura yang berarti pemberani. Sehingga jika digabungkan, Jagasura berarti pasukan pemberani. Sama seperti Plengkung Tarunasura, dahulunya gerbang ini dijaga oleh pasukan-pasukan yang gagah dan tegas.

4. Plengkung Madyasura

Plengkung Madyasura berada di sisi timur Kraton Yogyakarta. Nama lain dari Plengkung Madyasura ini  adalah Plengkung Buntet alias tertutup. Pada masa pemerintaha Sultan Hamengku Buwono ke delapan, plengkung ini pernah mengalami pemugaran. Setelah dipugar, plengkung ini kemudian diubah menjadi gapura.

5. Plengkung Nirbaya

Plengkung Nirbaya menjadi bangunan yang terbesar serta masih utuh dari kelima plengkung yang ada. Bahkan sampai saat ini, Plengkung Nirbaya masih bisa ditemui. Plengkung ini sering disebut juga dengan Plengkung Gading.

Letak dari plengkung ini berada di selatan Alun-alun Kidul. Plengkung Nirbaya berasal dari kata Nir yang artinya tidak ada dan baya yang artinya bahaya. Jadi secara harfiahm, kata Nirbaya memiliki arti yaitu tidak ada bahaya yang mengancam.

Mitos Mengenai Plengkung Gading

Plengkung Gading ini menjadi satu-satunya pintu keluar raja yang wafat untuk selanjutnya disemayamkan di Imogiri. Imogiri merupakan sebuah daerah di Bantul yang mana terdapat pemakaman raja-raja Jogja terdahulu. Konon, selama Sultan masih hidup, beliau tidak diperkenankan lewat Plengkung Nirbaya ini.

Selain itu, Anda juga akan menemukan sebuah menara sirine jika mengunjungi Plengkung Gading. Menara sirine ini hanya digunakan saat dua perayaan saja, yaitu saat tanggal 17 Agustus dan menjelang buka puasa.

Pada malam hari, suasana di plengkung ini sangat bagus. Ditambah lagi dengan cahaya lampu yang menyinari plengkung akan semakin menambah cantik plengkung tersebut. Sehingga bagi Anda yang berkunjung ke tempat ini, jangan lupa untuk mengabadikan gambar Plengkung Nirbaya saat malam hari.

Obyek Wisata Dekat Plengkung Gading

Sebelum Anda berkunjung ke Plengkung Gading, terlebih dahulu Anda harus mengetahui obyek wisata di sekitar tempat tersebut. Dengan itu, Anda nantinya tidak akan bingung mencari tempat wisata lain di sekitar Plengkung Gading. Berikut adalah daftar tempat wisata dekat Plengkung Gading.

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan wisata sejarah yang menjadi saksi bisu beridirnya Kota Yogyakarta. Di tempat ini, Anda akan melihat berbagai peninggalan dari zaman raja-raja Yogyakarta. Selain itu, Anda juga bisa melihat berbagai kereta keraton.

Lihat selengkapnya tentang : Keraton Yogyakarta

2. Alun-Alun Utara

Alun-Alun Utara juga menjadi salah satu wisata bersejarah dan wisata malam yang terbaik di Yogyakarta. Di Alun-Alun Utara, Anda bisa menikmati berbagai jajanan khas Yogyakarta. Untuk mengunjungi Alun-Alun Utara, sebaiknya Anda bisa mengunjungi pada sore atau malam hari.

3. Titik Nol Kilometer

Masih dengan rekomendasi wisata malam hari, Titik Nol Kilometer juga bisa menjadi rekomendasi Anda ketika berkunjung ke Yogyakarta. Titik Nol Kilometer menjadi pusat berkumpulnya para komunitas di Yogyakarta. Selain itu, Anda juga bisa berfoto dengan background bangunan tua di sekitar daerah ini.

Titik Nol Kilometer adalah sebutan lain untuk perempatan yang dikelilingi obyek-obyek wisata bersejarah. Seperti Benteng Vredeburg, Istana Kepresidenan, dan Kantor Pos Besar. Jadi selain berkunjung ke Plengkung Gading, Anda juga bisa mampir ke tempat wisata ini.

Baca selengkapnya tentang : wisata Titik Nol Jogja

4. Malioboro

Malioboro menjadi salah satu tujuan wisata bagi para wisatawan di Indonesia. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Plengkung Gading ini menyajikan berbagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Selain oleh-oleh, Anda juga bisa menikmati makanan yang dijual di pinggir Jalan Malioboro.

Tidak hanya dari segi makanan saja, di Malioboro anda bisa berkeliling dengan menggunakan becak ataupun andong. Anda juga dapat berfoto dengan papan jalan Malioboro yang letaknya ada di pojok utara jalan.

5. Pasar Beringharjo

Selain di Malioboro, Anda juga bisa berbelanja kerajinan khas Yogyakarta di Pasar Beringharjo. Jika beruntung, Anda juga bisa mendapatkan harga kerajinan dan oleh-oleh yang lebih murah. Pasar Beringharjo juga menyediakan berbagai macam kuliner khas Yogyakarta.

Penutup

Keraton Yogyakarta pada zaman dahulu memiliki plengkung atau pintu gerbang yang letaknya berada di berbagai sudut keraton. Gerbang atau plengkung ini juga memiliki kegunaan dan fungsi masing-masing. Beberapa bangunan plengkung ada yang masih utuh dan sebagian ada yang sudah berubah.

Plengkung Gading menjadi salah satu plengkung yang masih utuh hingga saat ini. Bahkan plengkung Gading menjadi salah satu dari sekian pintu gerbang keraton yang sakral. Selain itu, Anda juga bisa melihat menara sirine plengkung gading yang dibunyikan pada saat tertentu.

Untuk menuju ke berbagai tempat wisata di Yogyakarta seperti plengkung Gading, Anda bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Dengan menggunakan jasa sewa mobil di Jogja, Anda bisa menyewa mobil yang tidak Anda miliki. Bahkan, Anda bisa menyewa mobil kesayangan Anda di jasa sewa mobil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846