Taman Sari

Yogyakarta merupakan sebuah daerah istimewa yang ada di Indonesia karena keunikan dari daerah ini yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Selain dari segi pemerintahan, keunikan dari Yogyakarta ini juga terdapat pada obyek wisatanya. Jika Anda telusuri di berbagai media, Anda akan menemukan banyak tempat wisata yang ada di Yogyakarta. Mulai dari obyek wisata alam, wisata pendidikan, hingga wisata sejarah. Dari ketiga jenis wisata tersebut, bisa diambil irisan dari ketiga obyek wisata ini yang mana menyajikan ketiga aspek tersebut. Obyek wisata tersebut bernama Taman Sari.

Taman Sari merupakan obyek wisata yang juga sebuah situs bekas taman istana Keraton Ngayogyakarta. Bangunan ini bisa dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor, yang mana sama-sama menjadi kebun Istana Negara. Obyek wisata ini mengalami renovasi berkali-kali tanpa menghilangkan aspek sejarahnya. Letak dari obyek wisata ini tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, tepatnya sekitar 300 meter sebelah barat Keraton Yogyakarta.

Sejarah Taman Sari

Taman Sari dibangun sekitar tahun 1758 hingga 1765, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono pertama. Obyek wisata yang memiliki nama lain The Fragrant Garden ini berada pada lahan yang luasnya sekitar 10 hektar dengan bangunan yang berjumlah sekitar 57 bangunan. Pada masa itu, taman keraton ini membentang dari sekitar kompleks Kedhaton hingga ke kompleks Magangan. Akan tetapi pada saat ini, bangunan ini hanya tersisa di sekitar kompleks Kedhaton saja.

Sejarahnya, taman ini dibangun di Pesanggrahan Garjitawati yang mana merupakan bangunan bekas keraton lama yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono kedua. Bangunan ini digunakan untuk tempat istirahat kereta kuda yang akan menuju ke Imogiri. Tumenggung Mangundipuro dipercaya sebagai orang yang bertanggung jawab atas proyek pembangunan taman ini. Bupati Madiun pada waktu itu, Tumenggung Prawirosentiko beserta seluruh rakyatnya menanggung biaya pembuatan taman. Sehingga, Madiun dibebaskan dari pungutan pajak waktu itu.

Lihat tempat wisata di jogja lainnya: Greenvillage Gedang Sari

Pangeran Notokusumo kemudian mengambil alih proyek pembangunan taman ini ketika bangunan dibangun pada tahap setengah jalan. Tindakan pengambil alihan proyek tersebut didasari oleh keputusan Tumenggung Mangundipuro yang mengundurkan diri. Bangunan ini juga menjadi benteng pertahanan terakhir selain sebagai taman. Diduga, pembangunan taman ini juga dibantu oleh Demang Tengis yang mana ia seorang Portugis serta berperan sebagai arsitektur bangunan.

Bangunan Yang Ada Di Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari memiliki bangunan yang tentu dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata ini. Sehingga obyek wisata ini menjadi salah satu rekomendasi obyek wisata yang harus dikunjungi ketika berwisata di Yogyakarta. Berikut ini adalah beberapa bangunan yang ada di obyek wisata Taman Sari Yogyakarta.

1. Pulo Cemethi

Pulo Cemethi merupakan pulau buatan yang berada di obyek wisata ini yang mana juga bisa disebut dengan Pulo Panembung. Konon, bangunan berlantai dua ini menjadi tempat Sultan melakukan semedi. Tempat ini juga bisa disebut dengan Sumur Gumantung, karena terdapat sumur menggantung di atas permukaan tanah yang tepatnya berada di sebelah selatan bangunan ini. Bagi Anda yang ingin mengunjungi tempat ini, Anda akan melewati terowongan bawah air.

2. Sumur Gumuling

Selain Pulo Cemethi, ada juga tempat yang bernama Sumur Gumuling yang mana letaknya berada di sebelah barat Pulo Kenongo. Bangunan ini berupa lingkaran yang seperti cincin serta memiliki dua lantai. Sama seperti Sumur Gumantung, Anda harus melewati terowongan bawah air untuk menuju ke Sumur Gumuling. Dahulunya, bangunan ini juga digunakan sebagai masjid dan Anda juga bisa menemukan ceruk di dinding yang digunakan sebagai tempat imam memimpin ibadah. Di Sumur Gumuling juga Anda bisa menemukan bangunan yang terbuka di bagian tengah yang bertemu di tengah serta terdapat empat jenjang naik. Pada bagian pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang digunakan untuk berwudhu.

3. Pulo Kenongo

Pada bangunan ini terdapat Pohon Kenanga yang tumbuh di sini, sehingga nama pulau buatan yang diberi nama Pulo Kenongo. Di pulau buatan ini juga berdiri bangunan berlantai dua yang bernama Gedhong Kenongo. Melalui bangunan ini, Anda bisa menyaksikan kawasan Keraton Yogyakarta hingga ke luar benteng. Dalam Gedhong Kenongo ini juga terdapat ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda. Bangunan ini juga terlihat seperti mengambang di atas air jika dilihat dari luar.

4. Tajug

Letak dari bangunan yang berupa deretan bangunan kecil ini berada di sebelah selatan Pulo Kenongo. Tajug adalah sebuah menara ventilasi udara untuk terowongan bawah air yang ada di Taman Sari. Jika Anda menuju ke Pulo Kenongo, sudah pasti Anda melewati obyek ini. Selain melewati obyek ini, Anda juga bisa melewati terowongan yang ada di sebelah barat, akan tetapi terowongan tersebut kurang terawat.

5. Umbul Pasiraman

Umbul Pasiraman atau yang juga bisa disebut dengan Umbul Winangun ini adalah sebuah kolam pemandian yang digunakan para keluarga Sultan pada masa itu. Tembok yang tinggi dan indah ini mengelilingi Umbul Pasiraman sehingga menambah keindahan dari Umbul Pasiraman. Ada dua gerbang yang tersedia di sebelah timur dan sebelah barat sebagai tempat masuk menuju ke Umbul Pasiraman. Tiga buah kolam dengan hiasan mata air berbentuk jamur ini juga menjadi bangunan yang ada di Umbul Pasiraman. Selain itu, terdapat juga pot besar dan bangunan di bagian utara dan tengah sebelah selatan.

Mitos Dan Misteri Taman Sari Yogyakarta

Sebagai tempat wisata yang masih ada hingga saat ini, tentunya membuat tempat ini menyimpan berbagai mitos dan misteri. Mitos dan misteri ini nantinya bisa Anda temukan di berbagai tempat di Taman Sari, salah satunya adalah di lorong yang jalannya ditutup. Penutupan lorong jalan ini dikarenakan mitosnya jalur ini adalah jalur evakuasi menuju ke Pantai Selatan. Sehingga ada mitos yang menyebar bahwa Taman Sari menjadi tempat bertemunya Sultan dengan Nyi Roro Kidul.

mitos yang beredar juga menyebutkan bahwa jika wisatawan datang bersama pasangan kemudian berciuman, maka hubungan mereka langgeng. Hal tersebut belum bisa dikonfirmasi dengan jelas, karena hal tersebut adalah mitos. Ketika Anda berwisata ke tempat ini, Anda bisa menanyakan mitos lainnya kepada juru kunci obyek wisata ini. Selain mitos, Anda bisa menanyakan informasi lainnya mengenai obyek wisata taman ini.

Lokasi, Rute, Dan Tiket Masuk Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari berada di Jalan Tamanan atau lebih tepatnya berada di sebelah barat daya Keraton Yogyakarta. Rute menuju ke tempat wisata ini sangat mudah ditempuh dari Keraton Yogyakarta. Agar tidak bingung jika Anda berwisata bersama keluarga, alangkah baiknya Anda berwisata dengan sewa mobil jogja lepas kunci. Dengan menyewa mobil, Anda bisa memuat rombongan Anda untuk berwisata ke tempat ini. Tidak jarang juga Anda bisa menggunakan GPS yang sudah tersedia di mobil sewaan tersebut. Obyek wisata ini dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 12.000 untuk wisatawan asing.

Taman Sari merupakan paket wisata ke jogja 2 hari 1 malam yang menyimpan berbagai keindahan serta mitos yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Sehingga bagi Anda yang ingin berwisata ke tempat ini, Anda perlu menjaga kebersihan serta berkelakuan baik. Masyarakat justru lebih senang dengan pendatang yang datang dengan sopan ke sebuah tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846