Jalan Malioboro, Jalan Wisata Terkenal Di Yogyakarta

jalan malioboro

Jalan Malioboro merupakan jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai ke Kantor Pos Yogyakarta. Tidak hanya Jalan Malioboro saja yang membentang, akan tetapi ada jalan lain yang juga masih satu arah. Jalan lain tersebut yakni Jalan Margo Mulyo dan Jalan Margo Utomo. Awalnya, kedua jalan tersebut pernah diubah nama menjadi Jalan Jenderal Achmad Yani dan Jalan Pangeran Mangkubumi. Kemudian pada tahun 2013, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengembalikan nama kedua jalan tersebut kembali ke nama aslinya. Jalan ini terkenal hingga ke seluruh Indonesia karena banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai kerajinan khas Yogyakarta.

Dalam bahasa Sansekerta, Malioboro memiliki arti yaitu karangan bunga. Malioboro juga merupakan nama dari colonial Inggris yang pernah tinggal di daerah tersebut sekitar tahun 1811 hingga 1816 Masehi. Nama kolonial tersebut adalah Marlborough.

Lokasi dan Rute Jalan Malioboro

Jalan Malioboro berada di pusat Kota Yogyakarta. Jarak yang ditempuh dari Stasiun Lempuyangan menuju ke Malioboro adalah sekitar 12 menit. Untuk Anda yang turun dari Stasiun Tugu, Anda bisa menempuh jarak yang lebih dekat lagi yaitu sekitar 6 menit.  Untuk menuju ke Malioboro dari kedua stasiun tersebut, Anda bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Karena dengan sewa mobil jogja, Anda bisa menjelajah jalanan di Jogja dengan mudah dan cepat. Bahkan, termasuk ke Jalan Malioboro untuk berwisata, membeli oleh-oleh khas Yogyakarta atau hanya sekedar mencicipi kuliner khas Yogyakarta yang dijual di sana.

Sejarah Jalan Malioboro

Sebagai jalan penting di Yogyakarta, tentunya sejarah dari jalan ini sangat menarik untuk diketahui. Mulanya, jalan ini diatur sebagai sumbu imaginer antara Pantai Selatan hingga ke Gunung Merapi. Sekitar jaman kolonial 1790, jalan ini mulai ramai karena Belanda membangun Benteng Vredeburg yang berada di ujung selatan Jalan Malioboro. Tidak hanya membangun benteng, Belanda pada masa itu juga membangun Dutch Club, The Dutch Governor’s Residence, Java Bank, dan Kantor Pos. Empat bangunan tersebut dibangun pada tahun 1822 hingga 1830. Dengan adanya bangunan tersebut, jalan tersebut menjadi berkembang karena orang-orang Tionghoa mulai berdagang disamping juga Belanda juga ikut berdagang.

Tempat wisata malioboro jogja kami rangkum pada halaman paket wisata jogja.

Kemudian pada tahun 1887, jalan ini dibagi menjadi dua karena di jalan tersebut didirikan tempat pemberhentian kereta api yang kini bernama Stasiun Tugu. Berlanjut ke masa kemerdekaan, jalan ini menjadi jalan yang penting sebab di sisi selatan jalan menjadi tempat pertempuran antara Belanda dengan para pejuang. Pertempuran tersebut dinamakan dengan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dibuktikan dengan keberhasilan para pejuang yang menduduki Yogyakarta. Hal tersebut sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa angkatan perang Indonesia masih tetap ada sampai saat itu.

Lihat tempat wisata menarik lainnya di jogja: Jogja Bay

Sampai saat ini, Malioboro masih berkembang dengan tetap mempertahankan originalitasnya. Malioboro pun juga menjadi pusat kehidupan masyarakat Yogyakarta karena beberapa tempat strategis di Yogyakarta berada di jalan ini. Sampai saat ini, pemerintah terus melakukan perbaikan dengan cara mensterilkan parkir kendaraan di Malioboro yang sekarang sudah dipindahkan ke Abu Bakar Ali.

Daya Tarik Jalan Malioboro

tentang malioboro

Mengunjungi Jalan Malioboro merupakan sebuah keharusan bagi para wisatawan yang berwisata ke Yogyakarta. Sehingga tidak jarang Anda akan menemukan banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini karena daya tarik dari tempat ini. Berikut ini adalah daya tarik dari Jalan Malioboro yang membuat banyak wisatawan datang ke tempat ini :

1. Andong Dan Becak

Menaiki Andong maupun Becak merupakan daya tarik dari tempat wisata ini sehingga Anda tidak perlu capek ketika menjelajah Malioboro. Untuk menemui becak dan andong ini, Anda bisa menemukannya di sekitaran jalan ini. Akan tetapi sebelum Anda menaiki andong dan becak ini, sebaiknya Anda pastikan terlebih dahulu berapa ongkos menaiki andong dan becak.

2. Souvenir Khas Jogja

Di Malioboro Anda bisa menemukan berbagai macam souvenir khas Jogja serta oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan ini. Sehingga tidak salah jika tempat ini bisa disebut dengan surganya souvenir khas Jogja. Sedikit tips bagi Anda yang ingin mendapatkan harga yang murah, Anda bisa menawar harga oleh-oleh tersebut kepada para pedagang.

3. Papan Nama Jalan Malioboro

Papan nama bertuliskan Jalan Malioboro juga menjadi daya tarik dari tempat wisata ini, sebab banyak orang yang mengantri untuk berfoto di papan nama ini. Seringkali Anda juga melihat rekan-rekan Anda yang berfoto berlatar belakang papan nama jalan ini. Untuk Anda yang ingin berfoto, lokasi dari papan nama ini berada di sebelah utara dan paling ujung.

4. Arsitektur Unik

Banyak arsitektur unik yang bisa Anda temukan di tempat ini sehingga Anda juga bisa berfoto dengan latar belakang arsitektur unik ini. Anda bisa menemukan arsitektur eropa yang ada di Benteng Vredeburg dan Gedung Agung. Di sekitar ketandan terdapat arsitektur pecinan yang menarik. Untuk Anda yang mencari bangunan dengan arsitektur Jawa, Anda bisa datang ke kompleks kepatihan.

5. Kuliner

Selain terkenal dengan souvenir dan oleh-oleh, Malioboro juga terkenal dengan kuliner yang dijajakan di pinggir jalan. Baik di siang hari maupun malam hari, para pedagang akan menjajakan makanan. Akan tetapi lebih nikmat jika Anda menikmati makanan di sekitar Jalan Malioboro tersebut pada malam hari.

Tempat Wisata Di Sekitar Jalan Malioboro

Jalan Malioboro food

Selain Jalan Malioboro, tentunya ada banyak tempat wisata yang bisa Anda kunjungi di sekitaran Jalan Malioboro. Berikut ini adalah rekomendasi tempat yang bisa Anda kunjungi di sekitaran Malioboro.

1. Pasar Beringharjo

Tempat ini merupakan pasar yang juga bagian dari Malioboro serta menjadi pusat perekonomian dari tahun ke tahun. Beberapa kali pasar ini direnovasi bisa melambangkan tahapan kehidupan yang berkutat pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Jika Anda mengunjungi Malioboro, jangan sampai Anda tidak mengunjungi tempat ini.

2. Titik Nol Kilometer Yogyakarta

Titik Nol Kilometer merupakan istilah yang merujuk pada perempatan di sekitar Kantor Pos Besar Yogyakarta. Benteng Vredeburg, Gedung BNI, serta Gedung Agung berada di sekitar titik nol kilometer ini. Kawasan ini juga menjadi tempat untuk nongkrong, berkumpul bersama komunitas, dan Anda juga bisa menyaksikan pertunjukan seni yang digelar di tempat ini.

3. Keraton Yogyakarta

Sempatkan juga untuk mengunjungi Keraton Yogyakarta yang letaknya masih segaris dengan Jalan Malioboro. Adanya keraton yang sampai saat ini masih berjalan menjadi bukti bahwa Kesultanan mampu berjalan di Yogyakarta sehingga Yogyakarta menjadi daerah Istimewa yang masih bertahan hingga saat ini.

4. Alun-Alun Selatan

Untuk Anda yang datang ke Yogyakarta pada malam hari, Anda bisa mengunjungi alun-alun selatan. Alun-Alun Selatan merupakan salah satu wisata malam yang menarik untuk Anda kunjungi. Di tempat ini, Anda bisa menikmati malam dengan menaiki sepeda gembira yang ada di sekitar alun-alun. Selain itu, Anda juga bisa menikmati kuliner yang ada di sekitar alun-alun

5. Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg merupakan benteng peninggalan Belanda yang terkenal karena nilai sejarahnya yang tinggi. Sampai saat ini, Benteng Vredeburg masih bertahan dan masih dikunjungi oleh wisatawan. Benteng tersebut saat ini menjadi museum yang juga terdapat berbagai karya seni peninggalan Belanda.

Jalan Malioboro adalah saksi sejarah sekaligus obyek wisata yang bisa Anda kunjungi di Yogyakarta. Tempat tersebut menjadi roda perekonomian warga Yogyakarta yang menggantungkan hidup dari sektor perdagangan. Sehingga, Yogyakarta menjadi kota besar di Indonesia dengan keistimewaannya yang bertahan hingga kini dan nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846