Plengkung Wijilan, Gerbang Bersejarah Lainnya Di Yogyakarta

Plengkung Wijilan

Keraton Yogyakarta pada zaman dahulu memiliki plengkung atau gerbang yang tujuannya sebagai tempat untuk masuk ke keraton. Plengkung ini digunakan masyarakat dari berbagai penjuru Kota Yogyakarta untuk menuju ke Keraton Yogyakarta. Salah satu dari sekian plengkung yang masih ada di Yogyakarta adalah Plengkung Wijilan.

Keraton Yogyakarta didirikan sebagai tempat berkuasanya pemimpin Yogyakarta yang disebut dengan Sultan. Hal tersebut karena dalam sejarahnya, Yogyakarta merupakan perpecahan dari Kerajaan Mataram Islam. Pecahan kerajaan Mataram Islam yang lainnya berada di Surakarta atau yang disebut dengan Kesultanan Surakarta. Hal tersebut tentunya sesuai dengan Perjanjian Giyanti.

Makna Plengkung Wijilan

Plengkung Wijilan memiliki nama lain yang bernama Plengkung Tarunasura. Letak dari Plengkung Wijilan ini seperti namanya yaitu berada di daerah Wijilan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Lebih tepatnya, letak plengkung ini berada di sebelah timur Alun-alun Utara. Gerbang ini juga menjadi jalur utama lalu-lintas kendaraan, sehingga kendaraan bisa lewat sini.

Dalam bahasa Jawa, Tarunasura berarti para pemuda pemberani. Hal ini karena gerbang ini dijaga oleh para pemuda pemberani. Bahkan hingga saat ini, bangunan Plengkung Tarunasura masih utuh dan terjaga. Akan tetapi, tembok beteng di bagian kiri dan kanan sudah hilang dan menjadi pemukiman warga.

Plengkung Lainnya Di Jogja

Dalam sejarahnya, Keraton Yogyakarta memiliki plengkung atau gerbang sebanyak 5 buah. Kalimat plengkung dalam bahasa Jawa berarti gerbang. Selain Plengkung Wijilan, masih ada empat buah plengkung yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta. Berikut adalah empat plengkung lainnya di Keraton Yogyakarta.

1. Plengkung Nirbaya Atau Plengkung Gading

Dari semua bangunan plengkung di Keraton, Plengkung Gading menjadi plengkung yang masih utuh sampai saat ini. Plengkung Gading yang juga disebut dengan Plengkung Nirbaya ini masih bisa ditemui di selatan Alun-Alun Kidul. Konon bagi Sultan yang masih hidup tidak boleh melewati Plengkung Gading ini.

Karena Plengkung Gading ini menjadi satu-satunya pintu keluar raja yang wafat untuk selanjutnya dimakamkan di Imogiri, Bantul. Selain itu, Plengkung Gading ini tidak boleh dinaiki oleh siapa saja. Karena plengkung ini sangat bersejarah bagi keluarga Keraton Yogyakarta dan juga masyarakat Yogyakarta.

Plengkung Gading juga menggambarkan filosofi yang dalam bahwa seseorang yang mati nantinya akan dibawa ke pemakaman. Bentuk plengkung gading juga menggambarkan filosofi mengenai gerbang menuju ke alam setelah kehidupan.

Lokasi dari Plengkung Gading ini berada di selatan Alun-alun Kidul. Plengkung Gading atau yang bernama lain Plengkung Nirbaya memiliki arti tidak ada bahaya yang mengancam. Hal itu karena Nirbaya berasal dari kata Nir yang artinya tidak ada dan baya yang artinya bahaya.

Baca selengkapnya tentang : Plengkung Gading

2. Plengkung Jagabaya

Plengkung Jagabaya berada di sisi barat Keraton Yogyakarta atau tepatnya di kawasan Tamansari. Itu sebabnya nama lain dari Plengkung Jagabaya ini adalah Plengkung Tamansari. Arti nama plengkung Jagabaya ini adalah menjaga dari marabahaya. Plengkung Jagabaya saat ini sudah berubah bentuk dan saat ini hanya tersisa gapuranya saja.

3. Plengkung Madyasura

Plengkung Madyasura berada di sisi timur Kraton Yogyakarta. Nama lain dari Plengkung Madyasura ini  adalah Plengkung Buntet alias tertutup. Pada masa pemerintaha Sultan Hamengku Buwono ke delapan, plengkung ini pernah mengalami pemugaran. Setelah dipugar, plengkung ini kemudian diubah menjadi gapura.

4. Plengkung Jagasura

Gerbang Jagasura atau Plengkung Jagasura letaknya berada di sebelah barat Alun-alun Utara. Bentuk dari Plengkung Jagasura kini sudah tidak utuh lagi dan hanya tinggal menyerupai gapura saja. Dalam Bahasa Jawa, Jagasura berarti pasukan pemberani. Sama seperti Plengkung Tarunasura, dahulunya gerbang ini dijaga oleh pasukan-pasukan yang gagah dan tegas.

Rekomendasi Wisata Sekitar Plengkung Wijilan

Bagi Anda yang mengunjungi Plengkung Wijilan saja rasanya akan bosan karena di sini Anda hanya bisa melihat plengkung sembari berfoto. Sehingga Anda harus mencari tempat wisata di sekitar Plengkung Wijilan yang ingin Anda kunjungi. Untuk itu, berikut adalah rekomendasi tempat wisata yang ada di sekitar Plengkung Wijilan.

1. Alun-Alun Utara

Alun-alun utara atau dalam Bahasa Jawa disebut Alun-alun Lor merupakan salah satu obyek wisata yang menarik dekat Plengkung Wijilan. Tempat ini disebut Alun-alun Lor karena letak alun-alun ini berada di sebelah utara dari Keraton Yogyakarta. Seperti yang kita tahu, Yogyakarta memiliki dua alun-alun yang mana satunya berada di selatan Keraton.

Di Alun-Alun Utara, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan menarik dan acara-acara besar. Salah satunya adalah acara yang digelar tiap tahun yaitu Pekan Raya Sekaten. Selain itu, acara-acara seperti pertunjukan seni, konser musik, sepeda santai, dan pasar malam juga digelar di Alun-Alun Utara. Jadi, sempatkanlah untuk berkunjung ke Alun-Alun Utara Yogyakarta.

2. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan satu dari sekian tempat wisata yang bersejarah di Kota Yogyakarta. Bahkan, Keraton Yogyakarta sendiri menjadi saksi sejarah yang membuktikan adanya Kota Yogyakarta. Sehingga Keraton Yogyakarta menjadi tempat wisata sejarah yang wajib dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Di Keraton Yogyakarta, pengunjung bisa menyaksikan berbagai macam peninggalan dari zaman Sri Sultan Hamengku Buwono pertama. Tidak hanya menyaksikan peninggalan beliau saja, tetapi juga wisatawan bisa menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian lokal yang ditampilkan di Keraton Yogyakarta.

Baca selengkapnya mengenai : Keraton Yogyakarta

3. Masjid Gede Kauman

Masjid merupakan sarana atau tempat ibadah bagi umat yang beragama Islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi tempat untuk kegiatan agama Islam saat hari besar agama mereka. Salah satu masjid yang ada di Yogyakarta yang juga bersejarah adalah Masjid Gede Kauman.

Masjid Gede Kauman merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Yogyakarta yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Bangunan masjid ini menggunakan arsitektur Jawa kuno, sehingga memperlihatkan betapa bersejarahnya masjid ini. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga digunakan untuk kegiatan hari besar agama Islam bagi masyarakat Yogyakarta.

4. Pasar Ngasem

Pasar Ngasem adalah pasar burung yang terbesar di Yogyakarta serta menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Saat ini, Pasar Ngasem sering digunakan untuk berbagai kegiatan terutama pentas seni. Hal itu dikarenakan di Pasar Ngasem sendiri memiliki sebuah amplitheater yang tentunya dapat memuat banyak orang.

5. Taman Sari

Taman Sari merupakan satu dari sekian pesanggrahan yang ada di Yogyakarta. Konon, Taman Sari ini digunakan sebagai tempat untuk mandi bagi para keluarga Sultan. Saat ini, Taman Sari menjadi tempat wisata sejarah yang dikunjungi banyak orang. Baik itu mereka yang sekedar melihat-lihat saja atau melakukan foto pre wedding.

Penutup

Plengkung Wijilan merupakan satu dari sekian plengkung Keraton Yogyakarta yang sampai saat ini masih ada. Bangunan dari plengkung wijilan ini masih utuh meskipun beberapa bagiannya sudah bukan berupa plengkung lagi. Letak dari plengkung wijilan yang tidak jauh dari Alun-Alun Utara ini membuat tempat ini dikunjungi oleh masyarakat. Sehingga para wisatawan yang datang ke Yogyakarta tentunya melewati plengkung wijilan ini.

Untuk menuju ke berbagai tempat yang ada di sekitar Plengkung Wijilan, Anda bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Karena Anda bisa menggunakan berbagai armada mobil yang siap untuk Anda gunakan dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846