Pasar Beringharjo, Jantung Perekonomian Warga Yogyakarta

Pasar Beringharjo
Rate this post

Pasar tradisional tentunya ada di berbagai tempat di Indonesia. Adanya pasar tradisional hingga saat ini tentunya tidak menyurutkan persaingan mereka dalam berbisnis. Meskipun saat ini banyak orang yang lebih memilih berbelanja secara online, akan tetapi Anda akan menemukan sensasi yang berbeda jika berbelanja di pasar tradisional. Di Yogyakarta sendiri tentunya ada satu pasar yang dari dulu hingga kini masih tetap ada dan dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Nama pasar tersebut adalah Pasar Beringharjo.

Lokasi, Rute, Dan Jam Buka

Pasar Beringharjo berada di Jalan Margo Mulyo Nomor 16, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi pasar yang strategis ini membuat Anda bisa menuju ke pasar ini melalui banyak rute. Keberadaan pasar yang ada di sebelah selatan Jalan Malioboro ini membuat Anda yang berwisata ke Malioboro bisa ke tempat ini.

Baca selengkapnya tentang Jalan Malioboro

Detailnya, pasar ini berada di sebelah utara Museum Benteng Vredeburg atau depan Istana Negara. Jika Anda menginap di hotel di Jalan Malioboro, maka Anda bisa menuju ke pasar ini dengan berjalan kaki. Akan tetapi bagi Anda yang baru sampai ke tempat ini, Anda juga bisa sewa mobil di Jogja untuk menuju ke tempat ini. Pasar Beringharjo tentunya dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 5.000 untuk Anda yang membawa mobil dan Rp. 2.000 untuk Anda pengendara motor. Lokasi parkirnya berada di sebelah selatan pasar maupun di belakang pasar. Pasar Beringharjo buka dari pagi hingga malam hari, tepatnya jam 21.00 WIB.

Struktur Bangunan Pasar Beringharjo

Bangunan pasar yang kerap didatangi wisatawan ini memiliki ciri khas yaitu interior bangunan yang memadukan arsitektur kolonial dengan arsitektur tradisional Jawa. Pasar ini memiliki dua bangunan yang terpisah, yaitu di sebelah barat dan sebelah timur. Bangunan yang berada di sebelah barat memiliki dua lantai, sedangkan yang di sebelah timur memiliki tiga lantai. Pada bangunan sebelah barat, terdapat pintu masuk utama yang tepat menghadap Jalan Malioboro serta menjadi ciri khas dari pasar ini. Yang membuat pintu masuk tersebut unik adalah arsitektur kolonial dengan tulisan Pasar Beringharjo yang ditulis dengan aksara Jawa dan aksara Latin. Kemudian di masing-masing sisi pintu utama terdapat ruangan seluas kira-kira 8 meter ini digunakan sebagai kantor pengelola pasar. Yang menarik pada pintu utama ini juga berhubungan langsung dengan jalan utama pasar. Pintu utama ini dibangun lurus dari barat ke timur.

Sejarah Pasar Beringharjo

Ramainya pasar ini tentunya menyimpan sejarah yang panjang sampai pada akhirnya pasar ini bisa diterima seluruh masyarakat Indonesia. Sejarah pasar ini dimulai dengan wilayah pasar yang semula merupakan hutan beringin. Tahun 1758 tepatnya setelah berdirinya Keraton Yogyakarta, tempat ini menjadi tempat transaksi ekonomi yang dilakukan warga Yogyakarta dan sekitarnya. Beratus-ratus tahun kemudian tepatnya tahun 1925, Keraton Yogyakarta menugaskan Perusahaan Beton Hindia Belanda untuk membangun los pada bangunan pasar. 11 kios sudah selesai pada bulan Agustus 1925 dan yang lainnya masih dalam proses pembangunan.

Baca juga wisata sejarah Jogja lain : Keraton Ngayogyakarta

Konon, nama Beringharjo ini diberikan setelah Sri Sultan Hamengkubuwono ke 8 dilantik pada 24 Maret 1925. Waktu itu, Sultan memerintahkan agar seluruh instansi yang berada pada naungan Kesultanan Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa. Nama Beringharjo terdiri dari dua kata, yaitu bering yang berarti wilayah yang awalnya hutan beringin. Kemudian kata yang kedua adalah harjo yang memiliki arti kesejahteraan. Jadi, nama pasar ini berarti wilayah beringin yang diharapkan memberi kesejahteraan. Selain itu, nama pasar ini dirasa tepat karena lokasinya adalah bekas hutan beringin serta pohon beringin sendiri adalah lambang kebesaran.

Berdirinya pasar ini sudah melewati tiga fase sehingga memiliki nilai filosofi dan nilai sejarah. Dibangunnya pasar ini juga menjadi bagian rancangan tata kota kesultanan Yogyakarta. Pola rancang tata kota ini memiliki 4 aspek, yaitu keraton, alun-alun, masjid, dan pasar.

Tips Berbelanja Di Pasar Beringharjo

Bagi Anda yang ingin datang ke Pasar Beringharjo, Anda harus mengetahui tips untuk berbelanja di Pasar Beringharjo. Agar nantinya Anda bisa membawa oleh-oleh kepada orang tersayang dengan aman. Untuk itu, berikut adalah tips berbelanja di Pasar Beringharjo.

1. Menawar Harga Barang

Seperti berbelanja di Malioboro, tentunya untuk mendapatkan harga yang murah Anda harus menawar terlebih dahulu. Anda harus pintar-pintar dalam menawar sehingga Anda bisa dapat harga yang murah. Akan tetapi bagi Anda yang tidak bisa menawar, Anda bisa mengikuti cara ini. Penawaran awalnya Anda bisa menawar sepertiga dari harga normal. Misal harganya Rp. 60.000, Anda bisa menawarnya dengan harga Rp. 20.000.

2. Berpura-Pura Meninggalkan Kios

Jika Anda gagal dalam menawar barang yang ingin Anda beli, Anda bisa mencoba tips yang kedua yaitu berpura-pura meninggalkan kios. Biasanya, pedagang akan memanggil Anda dan memberikan harga yang tadi Anda tawar. Akan tetapi jika pedagang lain tidak memanggil Anda, sudah saatnya Anda beralih ke kios lain. Jika Anda tidak terbiasa untuk tawar menawar, Anda bisa berbelanja di toko yang ada di sekitar Jalan Malioboro.

3. Menyiapkan Fisik Dan Mental Yang Kuat

Tips yang ketiga adalah Anda harus menyiapkan fisik serta mental yang kuat sebelum datang ke tempat ini. Situasi yang ada di Pasar Beringharjo tentunya cukup ramai serta banyak orang yang datang berbelanja memungkinkan Anda harus berdesak-desakan. Untuk itu, gunakan pakaian yang nyaman serta tidak membuat Anda tubuh Anda menjadi gerah. Terlebih lagi saat musim kemarau yang tentu disana cuacanya panas. Selain itu, Anda juga harus menjaga kesehatan setidaknya 3 hari sebelum Anda mengunjungi Pasar Beringharjo. Badan yang sehat tentunya membuat Anda lebih leluasa untuk berbelanja di pasar.

4. Jalur Untuk Membeli

Apabila anda datang untuk melihat-lihat barang serta membeli dengan jumlah yang tidak banyak, Anda bisa memulainya dari lorong tengah. Akan tetapi jika Anda membeli dengan jumlah yang banyak, Anda bisa membeli di kios bagian pinggir. Karena di kios bagian pinggir, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah dalam jumlah yang banyak.

5. Jaga Keamanan Anda

Keamanan diri Anda adalah hal yang harus Anda utamakan ketika berwisata. Sehingga jaga barang-barang Anda dan tetap waspada untuk menghindari tindakan-tindakan yang tidak Anda inginkan. Anda tentunya tidak ingin jika Anda datang untuk berwisata tetapi rencana Anda gagal hanya karena tindakan yang tidak Anda inginkan.

6. Bawa Uang Kertas

Meskipun di beberapa sudut sudah ada ATM, akan lebih mudah jika Anda membawa uang kertas agar Anda lebih nyaman berbelanja. Selain membawa uang kertas, siapkan juga uang receh Anda semisal Anda membutuhkan uang tersebut. Agar nantinya, Anda tidak kesulitan dalam membayar barang yang Anda beli.

Pasar Beringharjo merupakan pasar yang tentunya menjadi jantung perekonomian warga Yogyakarta. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari para wisatawan yang datang ke tempat ini. Sehingga sudah tentu sebagai wisatawan, Anda sekiranya membantu mereka agar mereka bisa tetap hidup. Selain itu, Anda juga turut membantu para pengrajin di Yogyakarta untuk terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846