Tugu Jogja, Bukti Nyata Sejarah Berdirinya Yogyakarta

Tugu Jogja

Yogyakarta merupakan kota di Indonesia yang memiliki gelar Daerah Istimewa. Hal tersebut dikarenakan sejarahnya serta pemerintahan yang dijalankan di Yogyakarta berbeda dibandingkan dengan tempat lain. Selain itu, hal yang istimewa di Yogyakarta adalah lambang kotanya, yaitu Tugu Jogja.

Tugu Jogja merupakan tugu yang berdiri di perempatan Jalan Mangkubumi. Jalan ini jika ditarik garis dari Gunung Merapi hingga ke Pantai Selatan akan membentuk garis lurus. Sehingga tidak heran jika Tugu Yogyakarta ini menjadi saksi sejarah berdirinya Kota Yogyakarta. Bahkan hingga saat ini, Tugu Yogyakarta menjadi tempat yang wajib dikunjungi.

Filosofi Tugu Jogja

Bangunan Tugu Jogja yang bisa kita lihat sekarang itu sebenarnya telah mengalami perubahan bentuk. Semula, tugu ini didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, pendiri Kerajaan Yogyakarta setelah Mataram Islam yang berpusat di Kartasura terpecah menjadi dua.

Waktu itu, tugu ini bernama Tugu Golong-Gilig. Hal tersebut dikarenakan bentuknya yang memiliki puncak berupa golong atau bulat yang kurang lebih seperti bola. Sedangkan pada bagian bawahnya berbentuk bulat panjang atau silindris yang mana juga disebut dengan gilig.

Tugu Golong-Gilig memiliki filosofi mengenai tekad yang golong gilig atau bersatunya pimpinan dengan rakyatnya. Jika ditelusuri lebih dalam, bersatunya raja dan rakyatnya berarti berjuang melawan musuh secara bersama-sama maupun menyatu dalam membentuk pemerintahan bernegara. Di sisi lain, tugu ini juga bisa diartikan sebagai sebuah hubungan antara manusia dengan Sang Khalik.

Hal itu bisa dimengerti karena pendiri Kerajaan Yogyakarta waktu itu dikenal sebagai pemberontak yang ingin memisahkan diri dari Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan ini dahulunya justru dikuasai penjajah Belanda. Daripada kerajaan tersebut dikuasai Belanda, Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I memilih memberontak lalu memisahkan diri.

Tugu Golong-Gilig awalnya dibangun setinggi 25 meter. Kemudian bangunan tugu rusak karena gempa tektonik pada 10 Juni 1867 sekitar pukul 05.00 pagi. Tugu itu selanjutnya diperbaiki oleh Van Brussel di bawah pengawasan Danurejo V. Setelah selesai dibangun, Tugu baru itu diresmikan pada 3 Oktober 1889 oleh Hamengku Buwono ke-VIII.

Keunikan Tugu Jogja

Tugu Jogja tentunya memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan tugu-tugu lain yang ada di Indonesia. Hal yang unik tersebut ada pada tiga panel yang ada pada badan tugu. Ketiga panel tersebut menggambarkan kondisi tugu dari pertama didirikan hingga dibangun kembali.

Panel yang pertama menggambarkan awal pembangunan tugu yang dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono pertama. Kemudian pada panel kedua menggambarkan lingkungan tugu pada waktu itu. Sedangkan panel yang terakhir menggambarkan runtuhnya tugu saat gempa bumi dan pembangunan kembali tugu ini menjadi tugu yang putih dan ada hingga saat ini.

Mitos Tugu Jogja

Lambang kota Yogyakarta ini tidak hanya mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah, akan tetapi juga menyebarkan mitos. Salah satu mitos yang tersebar di tugu ini adalah konon orang yang berfoto kemudian memeluk tugu ini akan kembali lagi ke Yogyakarta. Hal ini tentunya dilakukan bagi sebagian orang yang datang ke sini.

Selain itu, terdapat mitos yang berkembang bahwa mahasiswa yang menempuh pendidikan di Yogyakarta akan cepat lulus. Hal itu dilakukan jika mereka melakukan hal yang sama, yaitu berfoto kemudian memeluk Tugu Yogyakarta. Sehingga tidak jarang banyak mahasiswa yang percaya dan melakukan hal ini. Anda boleh percaya boleh tidak dengan mitos ini.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan di Tugu Jogja

Berkunjung ke Tugu Jogja tentunya tidak seru jika melakukan berbagi aktivitas yang bisa dilakukan. Sebelum mengetahui aktivitas yang bisa dilakukan, pastikan terlebih dahulu Anda harus menjaga kesopanan di sekitar tempat ini. Karena kesopanan adalah hal yang utama ketika berkunjung ke tempat lain. Berikut adalah aktivitas yang bisa dilakukan di Tugu Jogja.

1. Berfoto Di Tugu Jogja

Berfoto di Tugu Jogja seakan menjadi sebuah keharusan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Obyek di Tugu Yogyakarta sangat indah apalagi letak tugu yang ada di perempatan jalan membuat tugu ini semakin indah. Untuk berfoto, pastikan terlebih dahulu kondisi jalan yang ada di Tugu Yogyakarta sebelum mengambil gambar.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan alat untuk berfoto, baik itu kamera digital maupun kamera ponsel. Pastikan baterai kamera atau baterai ponsel Anda cukup untuk mengambil gambar di Tugu. Tidak hanya itu, pastikan juga berikan ruang memori yang cukup untuk memfoto obyek yang ingin Anda foto.

2. Melihat Replika Tugu Jogja Sebelumnya

Selain melihat Tugu Jogja yang saat ini berdiri di tengah perempatan, Anda juga bisa melihat tugu pada zaman dahulu. Dahulunya, bentuk tugu ini memiliki bentuk yang berbeda dari tugu yang saat ini berdiri. Yang mana bentuknya memiliki bentuk lingkaran di atasnya dan bagian bawahnya berbentuk seperti tiang.

Untuk melihat Tugu yang lama atau juga disebut dengan Tugu Golong Gilig ini, Anda bisa menyaksikannya di Taman Tugu. Lokasi taman tugu ini tidak jauh dari Tugu Jogja, atau lebih tepatnya berada di timur selatan Tugu.

3. Berjalan-Jalan Di Sekitar Tugu Jogja

Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang ramah dengan para pejalan kaki. Mengingat, banyak tempat wisata yang berdekatan sehingga membuat Yogyakarta memberikan prioritas bagi pejalan kaki.

Sehingga bagi Anda yang berkunjung ke tempat ini, Anda bisa berjalan-jalan di sekitar Tugu Jogja. Di sekitar Tugu, Anda bisa menjelajah berbagai obyek yang menarik untuk Anda kunjungi.

Lihat obyek wisata di dekat Tugu Jogja yang wajib dikunjungi : Malioboro dan Titik Nol Jogja

4. Mencoba Kuliner Dekat Tugu Jogja

Rasanya tidak lengkap jika Anda tidak berburu kuliner di sekitar tugu. Yogyakarta juga memiliki banyak spot kuliner yang beragam. Salah satunya adalah Gudeg Mercon. Gudeg Mercon tentunya memiliki rasa yang pedas dan tentunya lain daripada gudeg biasanya. Sehingga Anda wajib untuk ke kedai Gudeg Mercon yang ada di dekat tugu.

Selain gudeg mercon, di sekitar tugu juga banyak kuliner berupa soto dengan berbagai variasi yang mampu mengenyangkan perut Anda. Salah satunya adalah Soto Sampah yang disajikan dengan unik dan tentu saja harganya murah. Selain Soto Sampah, Anda juga bisa mencoba Soto Ayam Lenthok yang juga tidak jauh letaknya dari tugu.

5. Nongkrong Di Tugu Jogja

Nongkrong di Tugu Jogja juga menjadi hal yang bisa dilakukan di sekitar sini. Tugu Jogja memang salah satu tempat nongkrong yang asyik. Nongkrong sambil melihat-lihat tugu dan berbincang bersama orang terdekat adalah hal yang sangat seru untuk dinikmati di Tugu Jogja.

Penutup

Tugu Jogja merupakan sebuah lambang atau ikon dari Kota Yogyakarta yang tentunya bersejarah. Hal tersebut tentunya menjadikan tugu ini menjadi salah satu dari sekian tempat di Jogja yang harus Anda kunjungi. Untuk mengunjungi obyek wisata ini, Anda bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja.

Menggunakan jasa sewa mobil di Jogja tentu saja lebih aman, nyaman, dan bebas. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi seputar Jogja jika Anda menyewa menggunakan sopir. Selain itu, Anda juga lebih leluasa untuk memilih jalan untuk dilalui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846