Candi Sambisari, Candi Hindu Yang Sempat Terkubur

Candi Sambisari
Rate this post

Candi Sambisari merupakan salah satu candi Hindu yang ditemukan pada tahun 1966 dan selesai dipugar pada tahun 1987. Penamaan candi ini tentunya berdasarkan dengan daerah tempat candi ini berada, yaitu Desa Sambisari. Bahkan, lokasi candinya pun cukup unik yaitu terletak kira-kira 6,5 meter lebih rendah dari permukaan tanah di dekatnya.

Baca juga obyek wisata Candi yang sangat ternama : Candi Borobudur dan Candi Prambanan

Oleh karena itu, wisatawan harus berjalan menuruni anak tangga jika hendak masuk ke dalam kompleks candi. Wisatawan juga harus berhati-hati karena anak tangganya cukup curam. Apabila wisatawan berada di kawasan sekitar candi, yang kamu lihat hanyalah atap candi yang sedikit menyembul di permukaan tanah.

Jam Operasional Dan Tiket Masuk Candi Sambisari

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Candi ini, tentunya dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 2.000. Sedangkan untuk jam operasionalnya, tempat ini dibuka mulai dari jam 06.00 hingga jam 17.00 WIB setiap hari.

Asal Usul Candi Sambisari

Pada zaman dahulu, orang-orang di sekitar candi ini tidak mengetahui adanya candi karena letaknya terkubur di dalam tanah. Hingga pada suatu pagi ada seorang petani yang berhasil menemukan salah satu bagian candi tersebut. Kala itu, petani tersebut sedang mencangkul sawah, akan tetapi mata cangkulnya membentur pada bongkahan batu dengan pahatan di permukaannya.

Selanjutnya bongkahan batu tersebut diteliti oleh Dinas Kepurbakalaan. Setelah diteliti, akhirnya diketahui bahwa batu tersebut merupakan beberapa komponen candi. Sehingga pihak dari Dinas Kepurbakalaan melakukan penggalian lanjutan. Selama proses penggalian hingga rekonstruksi bangunan ini memakan waktu hampir 24 tahun lamanya.

Sampai saat ini Candi Sambisari belum dapat diketahui bagaimana sejarahnya karena tidak adanya bukti otentik yang menunjukkan pembangunan candi. Akan tetapi jika dilihat dari arsitektur bangunannya, candi ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 812 sampai 838 Masehi. Hal tersebut tentunya masih satu garis waktu dengan Candi Prambanan, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan.

Komplek Candi ini terdiri dari 1 candi induk dan 3 candi pendukung atau candi perwara. Selain itu juga terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar sesuai penjuru arah mata angin. Jika dilihat sekilas, candi ini terlihat seperti sebuah kastil di tengah taman. Bahkan sekeliling candi ini dihiasi oleh rerumputan hijau.

Relief Candi Sambisari

Candi Sambisari ini dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m. Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat sebuah relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini. Tepatnya, relung ini berada di sebelah utara. Kemudian juga terdapat patung Ganesha di sebelah timur, patung Agastya di sebelah selatan, dan dua patung dewa penjaga pintu.

Dua patung dewa penjaga pintu tersebut adalah Mahakala dan Nandiswara yang letaknya berada di sebelah barat. Selain itu di dalam candi utama terdapat lingga dan yoni dengan ukuran yang cukup besar.

Tidak hanya candi saja yang ditemukan saat penggalian, tetapi juga ditemukan berbagai benda lainnya. Benda tersebut adalah di antaranya adalah beberapa tembikar, cermin logam, perhiasan, serta prasasti.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Di Candi Sambisari

Candi Sambisari merupakan candi yang unik dari sekian banyak candi di Yogyakarta. Keunikan candi ini tentunya dapat membuat wisatawan bisa melakukan berbagai aktivitas di Candi ini. Berikut adalah aktivitas yang bisa dilakukan di Candi Sambisari.

1. Belajar Sejarah

Berkeliling Candi Sambisari sembari mengamati detil arsitekturnya bisa menjadi hal yang menarik untuk dilakukan. Di dalam kompleks candi Sambisari, wisatawan akan menemukan relung-relung candi yang berisikan arca. Mulai dari arca Dewi Durga, arca Ganesha, hingga arca Agastya.

Selain itu terdapat juga lingga dan yoni di bilik candi. Hal tersebut menegaskan bahwa candi ini dulunya dipakai sebagai tempat pemujaan kepada Dewa Siwa. Apabila wisatawan ingin mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi, wisatawan bisa berkunjung ke museum dekat Candi Sambisari.

Di museum ini, wisatawan bisa melihat foto-foto sawah petani yang menemukan candi ini sebelum digali hingga ke foto-foto proses penggalian candi. Museum ini juga mengabadikan foto benda-benda yang ditemukan selama penggalian.

2. Berburu Foto

Komplek Candi Sambisari tentunya menawarkan pesona tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Candi Sambisari tidak hanya terdiri dari bangunan candi saja, tetapi juga terdapat hamparan rumput hijau dan taman yang tertata rapi. Selain itu, dinding tanah yang mengitari candi  berhias tulisan Candi Sambisari juga menjadi daya tarik.

Apalagi jika wisatawan berkunjung saat musim penghujan, semuanya akan terlihat segar. Sehingga Candi Sambisari bisa menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan tempat ini lewat foto. Tidak jarang beberapa calon pengantin datang ke tempat ini untuk sekedar melakukan foto pre-wedding.

3. Bersantai

Setelah menikmati keindahan bangunan Candi Sambisari, tidak ada salahnya jika wisatawan bisa bersantai di sekitaran candi. Komplek Candi Sambisari ini memang memiliki taman yang cukup luas dan ditumbuhi rerumputan hijau sehingga cocok dijadikan sebagai tempat untuk bersantai dan melepaskan diri dari kepenatan rutinitas sehari-hari.

4. Makan Di Warung Soto Bathok Mbah Katro

Selain mengitari candi, wisatawan juga bisa berburu kuliner di dekat Candi Sambisari. Salah satu spot kuliner yang dinikmati wisatawan adalah soto segar racikan Mbah Katro. Warung soto ini letaknya tidak jauh dari Candi Sambisari. Sehingga warung soto ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang cukup favorit.

Berbeda dengan soto kebanyakan, di warung ini semangkuk soto disajikan menggunakan tempurung kelapa. Tidak hanya soto saja yang bisa wisatawan cicipi, tetapi berbagai makanan lainnya juga bisa dinikmati. Seperti tempe goreng, sate usus, sate telur, dan lain-lain. Suasana santap soto juga semakin nikmat dengan saung-saung dan bangku bambu yang nyaman.

5. Berkunjung Ke Candi Di Daerah Kalasan Lainnya

Salah satu candi yang dekat dengan candi Sambisari adalah Candi Kalasan. Candi Kalasan atau yang juga disebut dengan Candi Tara ini berada di Desa Kalibening, Tirtamartani, Kabupaten Sleman. Lokasi Candi Kalasan ini jaraknya sekitar 16 km ke arah timur dari kota Yogyakarta.

Pembangunan candi Kalasan adalah untuk memuja Dewi Tara dan diduga menjadi candi Buddha tertua yang ada di Yogyakarta. Candi Kalasan tentu memiliki keunikan tersendiri karena seluruh relief yang ada dilapisi semen kuno yang disebut Brajalepha yang terbuat dari getah dari pohon tertentu.

Penutup

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang ada di Yogyakarta. Keunikan candi ini ada pada letak candi yang ada di bawah tanah. Tidak hanya letaknya, penemuan candi ini juga bisa terbilang unik dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Sehingga Candi Sambisari menjadi salah satu wisata sejarah yang bisa menjadi rekomendasi wisatawan.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Candi Sambisari, wisatawan bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Tentunya wisatawan akan merasakan perbedaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, wisatawan juga bisa mendapatkan rekomendasi tempat wisata yang ada di Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846