Taman Budaya Jogja, Tempat Wisata Sekaligus Bertemunya Para Seniman

Taman Budaya Jogja
Rate this post

Taman Budaya Jogja menjadi salah satu sarana wisata yang bisa digunakan sebagai tempat pertunjukan, pameran, dan kegiatan seni lainnya. Kegunaan dari Taman Budaya ini juga digunakan sebagai pusat kebudayaan termasuk pengembangan serta pengolahan dokumentasi. Taman Budaya Yogyakarta juga sering menggelar berbagai acara yang berkaitan dengan seni dan budaya.

Sejarah Purna Budaya Sebagai Awal Taman Budaya Jogja

Sejarah berdirinya Taman Budaya Jogja tentunya tidak bisa lepas dari sebuah kebijakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sekitar tahun 1970-an, Dirjen Kebudayaan melihat bahwa pusat kebudayaan dan kesenian di negara lain sangat banyak dan semuanya berkembang. Pusat kebudayaan serta kesenian tersebut juga didukung dengan sarana dan prasarana yang juga mendukung. Hal itu tentunya membuat Dirjen Kebudayaan pada waktu itu memikirkan pentingya gedung tersebut di setiap provinsi di Indonesia. Pada awalnya, Taman Budaya Jogja berada di Purna Budaya yang mana masih dalam kompleks Universitas Gadjah Mada. Di tempat tersebut, Hamengku Buwono IX selaku Wakil Presiden pada waktu itu meresmikan Purna Budaya tahun 1977. Nama Purna Budaya tersebut merupakan hasil pemikiran beliau.

Bangsal Panti Wurya yang merupakan bagian dari bangunan ini digunakan sebagai ruang seni pertunjukan dengan berbagai kelengkapan. Kelengkapan tersebut meliputi studio tari, panggung, ruang diskusi, ruang perpustakaan dan dokumentasi, serta kantor. Selain itu, di Purna Budaya juga terdapat bagian Bangsal Lagembara yang mana terdiri dari ruang lokakarya, ruang pameran, kantin, dan penginapan tamu.

Tahun 1995, Rektor UGM melalui Mendikbud meminta gedung Purna Budaya untuk kegiatan kemahasiswaan. Dengan kesepakatan bersama antara pemerintah, maka dibangunlah Gedung Kesenian yang  berada di kawasan Benteng Vredeburg. Kemudian bangunan Purna Budaya diserahkan secara resmi kepada UGM pada tahun 2005. Kemudian, kegiatan Taman Budaya sejak saat itu berpusat di kompleks Gedung Kesenian Sositet.

Sejarah Gedung Kesenian Sositet Yang Sekarang Jadi Taman Budaya

Sejak masa raja pertama yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono I, gedung ini sudah didirikan. Sumber dari informasi ini adalah berasal dari Laporan Rekaman yang tersimpan di Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Yogyakarta. Dalam laporan rekaman tersebut juga menyebutkan bahwa nama resmi gedung ini adalah Societeit de Vereeniging. Yang mana lokasi dari gedung ini berada di sebelah timur Benteng Vredeburg atau yang dulu bernama Benteng Rustenburg.

Gedung Sositet pada waktu itu juga menjadi sarana rekreasi anggota militer Belanda dengan keluarga mereka yang bertempat tinggal di lingkungan Loji. Setiap akhir pekan dan hari istimewa, di gedung ini digelar berbagai pertunjukan. Gedung ini juga menggelar permainan musik dan acara dansa oleh keluarga militer Belanda dan juga digunakan untuk berlatih anggar.

Bangunan Gedung Sositet ini memiliki panjang berukuran 42,15 meter serta lebar 11,25 meter yang mana menjadi bangunan utama dan tidak mengalami perubahan. Seusai dipugar pada 1996, bangunan ini diubah nama menjadi Gedung Sositet karena nama ini lebih mudah untuk diucapkan. Selain itu, nama Gedung Sositet ini juga lebih mengena dan tidak menghapus julukan bersejarah tersebut. Di sebelah Gedung Kesenian Sositet ini juga berdiri Concert Hall yang bertaraf internasional. Concert hall ini berada di lantai dua, sedangkan yang bawah digunakan untuk Ruang Pameran Seni Rupa. Daya tampung dari concert hall ini sebanyak 1200 orang. Ir. Winarno selaku arsitek bangunan ini juga merancang bangunan ini dengan bertahap agar pusat seni budaya yang terpadu dapat terwujud.

Lokasi Dan Akses Menuju Ke Taman Budaya Jogja

Taman Budaya Jogja berada di kawasan kilometer nol serta berbagi garis dengan Benteng Vredeburg di sebelah barat. Tepatnya, Taman Budaya Jogja ini berada di Jalan Sriwedani, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Sehingga tidak salah jika lokasi dari Taman Budaya Jogja sangat strategis dan mudah untuk ditempuh dari berbagai jalur.

Lihat selengkapnya ulasan tentang Benteng Vredeburg

Bagi Anda yang datang dari luar kota, Anda bisa mencoba jasa sewa mobil di Jogja untuk menambah pengalaman Anda dalam berwisata. Selain itu dengan menggunakan jasa sewa mobil, terdapat juga GPS yang memudahkan Anda untuk menuju ke tempat wisata tujuan. Anda juga bisa menggunakan aplikasi Google Maps untuk menuju ke Taman Budaya Yogyakarta.

Lihat wisata lain dekat Taman Budaya Jogja : Titik Nol Jogja

Acara Tahunan Yang Digelar Di Taman Budaya Jogja

Taman Budaya Jogja menjadi salah satu tempat yang dikunjungi berbagai orang dari berbagai daerah. Hal ini dikarenakan adanya acara besar yang digelar di tempat ini. Beberapa acara yang digelar di tempat ini merupakan acara tahunan sehingga membuat orang-orang dari luar Yogyakarta ingin datang ke acara tersebut. Sebagai rekomendasi Anda, berikut ini adalah acara tahunan yang dilaksanakan di Taman Budaya Jogja.

1. Festival Gamelan Yogyakarta

Festival Gamelan Yogyakarta atau yang disingkat dengan YGF merupakan event tahunan yang diadakan di Taman Budaya Yogyakarta sekitar pertengahan Agustus. Acara yang diselenggarakan dalam waktu 3 hari ini diikuti oleh warga Indonesia dan juga diikuti oleh warga dari luar negeri. Selain menyaksikan penampilan gamelan, Anda juga dapat mengikuti workshop mengenai gamelan. Tidak hanya workshop, exhibition gamelan juga digelar di acara ini. Jadi bagi Anda yang ingin berlibur di Jogja sekitar bulan Agustus, Anda bisa datang ke Festival Gamelan Yogyakarta.

2. Pasar Kangen

Pasar Kangen adalah sebuah acara di Taman Budaya Yogyakarta yang menghadirkan suasana Jogja tempo dulu. Setiap acara ini dilaksanakan, banyak orang yang datang karena ingin mencicipi kuliner dan kerajinan yang dijual. Tidak hanya kerajinan saja yang dijual, bahkan barang-barang kuno seperti piringan hitam, buku kuno, koin kuno, dan lain-lain. Warga yang datang ke Pasar Kangen juga ingin menyaksikan pertunjukan seni tradisional seperti angguk, wayang kulit, dan lain-lain. Acara ini diselenggarakan sekitar bulan Juli hingga bulan Agustus.

3. Festival Kesenian Yogyakarta

Bagi Anda yang ingin datang ke Jogja sekaligus mempelajari kesenian Yogyakarta, Anda bisa datang ke Festival Kesenian Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dari bulan Juni hingga bulan September. Tujuan adanya acara ini adalah untuk melestarikan berbagai kesenian di tengah berkembangnya zaman. Festival Kesenian diikuti oleh para anggota komunitas seni dan para pelajar dengan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan. Acara ini selalu ramai dikunjungi baik dari masyarakat Yogyakarta maupun luar Yogyakarta termasuk juga para turis dari mancanegara.

4. Bienalle Jogja

Bienalle Jogja menjadi salah satu event dua tahun sekali yang dilaksanakan di Taman Budaya Yogyakarta. Acara ini diikuti oleh seniman-seniman dari dalam maupun luar negeri. Adanya pameran ini juga memunculkan seniman-seniman dengan berbagai aliran.

5. Musik Malam dan Gelar Seni Taman Budaya

Acara musik malam Taman Budaya Jogja ini diikuti oleh berbagai musisi di Yogyakarta. Kegiatan ini digelar setiap Selasa malam pada minggu kedua dan keempat. Selain musik malam, Taman Budaya juga menggelar gelar seni yang digelar setiap Sabtu dan Minggu pada minggu ketiga setiap bulan.

Taman Budaya Yogyakarta merupakan obyek wisata sejarah yang dikunjungi wisatawan ketika ada acara tahunan. Tempat ini menjadi pusat untuk para seniman dari berbagai aliran menunjukkan karya mereka. Jadi tidak salah jika Taman Budaya Jogja menjadi tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846