Candi Plaosan, Candi Kembar Peninggalan Budha Di Klaten

Candi Plaosan

Peninggalan Candi di masa Kerajaan Budha ini tentunya tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Klaten. Di Klaten sendiri tidak hanya candi Hindu saja yang berdiri, akan tetapi juga candi Budha yang mana salah satunya adalah Candi Plaosan.

Candi Plaosan adalah salah satu Candi peninggalan masa Hindu Budha yang ada di Klaten, Jawa Tengah. Keberadaan candi ini tentunya menjadi sebuah keunikan yang mana di Klaten sendiri terdapat sebuah candi Hindu yang terbesar, yaitu Candi Prambanan. Sehingga bagi wisatawan yang datang ke Prambanan juga bisa berkunjung ke Plaosan.

Lokasi, Rute, Jam Operasional Dan Tiket Masuk Candi Plaosan

Candi ini berada di Jl. Candi Plaosan, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454. Jaraknya kurang lebih 1,5 kilometer dari Candi Prambanan, sehingga bagi wisatawan yang ingin datang ke tempat ini bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Dengan menggunakan jasa sewa mobil, wisatawan bisa dengan mudah untuk menuju ke Candi.

Selain itu dengan menggunakan jasa sewa mobil, wisatawan bisa menghemat biaya dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Untuk jam operasional dari Candi ini adalah jam 08.00 – 17.00 WIB dari hari Senin sampai Minggu. Untuk tiket masuknya, wisatawan dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 5.000 per pengunjung.

Sejarah Candi Plaosan

Sejarah terbentuknya Candi Plaosan ini dimulai ketika Rakai Pikatan memutuskan untuk menikah dengan Pramordhawardani. Hubungan percintaan mereka menimbulkan banyak penolakan karena perbedaan agama yang mereka anut. Yang mana Rakai Pikatan menganut agama Hindu, sedangkan Pramordhawardani menganut agama Budha.

Keputusan mereka untuk menikah didasari rasa cinta dengan mengesampingkan perbedaan keyakinan yang dimiliki. Sebagai lambang rasa cinta-nya kepada sang istri, Rakai Pikatan membangun Candi. Selain itu, candi ini dibangun atas dasar keputusan Rakai Pikatan untuk memberikan kebebasan kepada sang istri untuk menganut agama yang berbeda.

Ketahui juga sejarah Candi lainnya di Jogja seperti: Candi Pawon

Pahatan relief yang ada di candi ini dapat menggambarkan perasaan cinta antara Rakai Pikatan dengan Pramordhawardani. Relief candi yang menggambarkan seorang laki-laki merupakan bentuk kekaguman Pramordhawardani terhadap sang suami. Sedangkan relief yang menggambarkan perempuan sebagai bentuk luapan cinta seorang Rakai Pikatan terhadap sang istri.

Daya Tarik Candi Plaosan

Candi Plaosan tentunya memiliki daya tarik tersendiri yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke tempat wisata ini. Berikut adalah daya tarik yang dimiliki:

1. Candi Plaosan Kidul

Kompleks Candi  Plaosan Kidul ditemukan oleh seorang arkeolog Belanda bernama Ijzerman pada tahun 1909. Pada waktu itu, ia menemukan 16 candi kecil dengan keadaan candinya yang sudah rusak. Kompleks Candi ini berada di selatan Candi Plaosan Lor dan terpisah dengan jalan raya.

Di kompleks Candi Plaosan Kidul, candi utamanya sudah menjadi reruntuhan dan yang masih berdiri sekarang hanyalah beberapa candi perwara atau tambahan. Penggalian dan pemugaran kembali untuk kompleks ini dilaksanakan pada bulan Mei 2003. Sehingga tidak banyak informasi yang bisa didapatkan mengenai Candi Plaosan Kidul. Bahkan sampai saat ini informasi dari Plaosan Kidul sulit ditemukan.

2. Candi Plaosan Lor

Kemudian di kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua pasang arca Dwarapala yang saling berhadapan di depan pintu masuk. Tinggi arca ini sama seperti manusia dengan ukuran aslinya atau skala 1:1. Pada pelataran utara terdapat sebuah teras batu berbentuk persegi, Diduga, teras ini digunakan sebagai tempat untuk meletakkan sesajian serta dikelilingi oleh deretan umpak batu.

Di pelataran utara juga terdapat 6 buah stupa besar serta dua bangunan candi utama yang bertingkat dua. Kedua bangunan tersebut masing-masing dikelilingi oleh pagar batu. Pagar atau dinding batu yang memagari candi utama dikelilingi oleh candi perwara yang semula berjumlah 174 buah.

Sisi barat pagar batu yang mengelilingi bangunan utama ini juga terdapat gerbang berupa gapura paduraksa. Ditambah pula dengan atap yang berhias deretan mahkota kecil dan mahkota kecil pada puncak atap. Terdapat juga sebuah candi utama yang memiliki ketinggian sekitar 60 cm tanpa selasar.

Tangga yang menuju pintu bangunan candi utama ini dilengkapi dengan pipi tangga yang berhias kepala naga di pangkalnya. Bingkai pintu dihiasi pahatan bermotif bunga dan sulur. Di atas ambang pintu terdapat sebuah hiasan kepala kala tanpa rahang bawah.

Candi Plaosan Lor ini jauh lebih terawat jika dibandingkan dengan Candi Plaosan Kidul. Karena beberapa candi di kompleks Lor lebih banyak dibandingkan dengan Candi Plaosan Kidul. Selain itu, candi plaosan Kidul sampai saat ini masih direnovasi.

3. Festival Candi Kembar

Bagi wisatawan yang ingin datang ke Candi Plaosan sebaiknya datang saat pagelaran Festival Candi Kembar. Festival Candi Kembar ini pertama kali digelar pada tahun 2016 dan di adakan di sekitar Candi dengan tujuan mengangkat seni dan produk unggulan sekitar Candi. Tepatnya di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Festival ini diikuti oleh berbagai kelompok seni budaya yang berasal dari Prambanan dan sekitarnya. Selain itu, festival ini juga merupakan bagian dari peluncuran Desa Wisata Bugisan. Untuk menarik wisatawan, berbagai kesenian budaya lokal seperti karawitan, gojeg esung, jathilan, wayang kulit dan sebagainya ditampilkan di festival tersebut.

4. Berburu Kuliner

Di kawasan ini sudah tersedia banyak warung makan yang menyediakan beragam pilihan kuliner yang bertujuan untuk mendukung Candi Plaosan sebagai tujuan wisata. Makanan yang disajikan untuk wisatawan juga beragam, mulai dari jajanan, camilan ringan, hingga makanan berat serta beragam pilihan minuman.

Untuk masalah harga, wisatawan tidak perlu meragukan harga. Karena harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Jika wisatawan belum puas, banyak juga spot kuliner lain yang bertebaran di sekitar kawasan wisata. Salah satu spot kuliner yang menjadi idaman wisatawan dan cukup terkenal adalah Prambanan Gallery Resto.

5. Melihat Sunset Di Candi Plaosan

Wisatawan tidak hanya bisa melihat Festival Candi Kembar, tetapi wisatawan juga bisa melihat sunset di Candi Plaosan. Sudah banyak wisatawan yang datang ke tempat ini pada sore hari sembari menata kamera dan tripod di depan candi. Yang mereka lakukan adalah ingin mendokumentasikan keindahan pemandangan matahari terbenam.

Keindahan pemandangan matahari terbenam ini berpadu dengan latar dua candi kembar Plaosan. Pemandangan matahari tenggelam ini bisa dilihat sekitar bulan Agustus sampai September. Hal tersebut karena letak matahari yang berada tepat di tengah candi.

Di Candi ini juga sudah tersedia Pendopo yang juga disebut dengan Paseban Candi Kembar. Pendopo ini juga menjadi tempat bersantai menikmati pemandangan sembari makan dan minum. Dibangun di atas tanah desa, tujuan pembangunan pendopo ini adalah untuk tujuan wisata. Paseban Candi Kembar ini mulai dibangun sekitar bulan Maret 2016 dan diresmikan pada bulan April 2017.

Penutup

Selain dari daya tarik di atas, tentunya candi ini menyimpan mitos tersendiri. Mitos yang beredar menyatakan bagi pasangan yang datang ke Candi Plaosan niscaya hubungan mereka akan langgeng. Adanya mitos ini tentunya berbanding terbalik dengan Candi Prambanan. Mitos Candi Prambanan menyatakan apabila pasangan mengunjungi Candi Prambanan, maka hubungan keduanya akan berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846