Candi Pawon, Candi Budha Misterius Dekat Candi Borobudur

Candi Pawon
Rate this post

Adanya candi ini selain menjadi tempat untuk mengenang kejadian di masa lampau, candi ini juga bisa menjadi tempat untuk menambah pengetahuan. Bahkan di beberapa candi juga masih digunakan sebagai tempat ibadah sampai saat ini. Magelang memiliki tiga candi Budha yang berhubungan satu sama lain. Salah satunya adalah Candi Pawon.

Candi Pawon adalah candi yang letaknya tepat di sumbu garis yang menghubungkan antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Berbentuk persegi empat dengan atap bertingkat serta sebuah bilik di dalamnya ini ukurannya lebih kecil dari Candi Mendut. Letak Candi ini cukup tersembunyi dan dikelilingi oleh rumah penduduk.

Sejarah Mengenai Candi Pawon

Bangunan pemujaan ini termasuk salah satu Candi Buddha yang  diperkirakan didirikan oleh Dinasti Syalendra antara abad VIII – IX Masehi, akan  tetapi waktu pembangunan secara pasti tidak diketahui karena belum ada data-data yang cukup kuat.

Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782 – 812 M), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Dalam ruangan di tubuh Candi Pawon, diperkirakan semula terdapat Arca Bodhhisattva, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai tataran Bodhisattva.

Para ahli berpendapat bahwa Candi Pawon merupakan pintu gerbang Candi Borobudur, sebagai tempat umat membersihkan badan dan pikirannya dari kekotoran batin.

Lokasi, Rute, Jam Buka Dan Tiket Masuk Candi Pawon

Candi Pawon ini berada di Desa Mendut, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Keberadaan candi yang ada di tengah pemukiman penduduk serta berada di tengah tiga candi Budha di Magelang ini membuat tempat ini wajib untuk dikunjungi wisatawan. Sehingga wisatawan bisa ke Candi Pawon dengan menggunakan sewa mobil di Jogja.

Menggunakan jasa sewa mobil di Jogja untuk menuju ke Candi tentunya sangat dibutuhkan apalagi jarak dari Jogja ke Candi Pawon sejauh 40 kilometer. Selain itu, wisatawan bisa menggunakan berbagai jenis mobil yang tersedia. Wisatawan juga tidak perlu untuk menanggung biaya perbaikan ketika mobil yang digunakan tiba-tiba rusak.

Jam buka dari Candi Pawon ini adalah setiap hari dari jam 06.00 pagi sampai 17.00 WIB. Untuk tiket masuknya, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp. 3.500 baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Bagi yang datang dengan membawa kendaraan, sudah tentu dikenakan biaya parkir yang sudah ditentukan.

Fakta Menarik Candi Pawon

Bangunan candi yang unik ini tentunya menyimpan berbagai fakta menarik yang harus diketahui wisatawan. Beberapa dari fakta ini tentunya akan membuat wisatawan kagum serta ingin mengunjungi tempat ini. Berikut adalah beberapa fakta menarik dari Candi Pawon:

1. Penamaan Pawon

Penamaan candi ini sampai saat ini masih banyak menimbulkan spekulasi dan dugaan. Menurut seorang ahli epigrafi J.G. de Casparis, kata Pawon berasal dari kata awu yang berarti abu. Akan tetapi nama candi ini memiliki awalan “pa” dan akhiran “an”. Sehingga nama Candi Pawon ini memiliki arti perabuan atau tempat penyimpanan abu.

Kunjungi juga candi lainnya di Jogja: Candi Prambanan Dan Candi Borobudur.

Dalam Bahasa Jawa, pawon memiliki arti yaitu dapur. Sehingga candi ini bisa dianggap sebagai dapur untuk  tempat memasak. Beberapa ahli menyetujui bahwa nama candi ini memiliki arti perabuan atau tempat menyimpan abu.

2. Hubungan Dengan Candi Borobudur

Karena letaknya yang strategis, candi ini dianggap memiliki hubungan erat dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Terlebih lagi jika ditarik garis, ketiga candi tersebut berada pada posisi yang lurus. Tidak hanya itu, banyak relief dan motif yang sama menyiratkan hubungan erat antara ketiganya.

Menurut Poerbatjaraka yang mana merupakan seorang putra abdi dalem keraton Kasunanan Surakarta, candi Pawon merupakan bagian dari Candi Borobudur. Ada juga orang yang mengungkapkan bahwa Candi Pawon ini adalah pintu gerbang menuju Candi Borobudur.

Selain itu juga ada mitos mistik yang mengatakan apabila seseorang mampu melewati sungai sekitar candi, maka orang itu adalah manusia dengan kekuatan mistis tinggi. Sungai yang dilewati adalah Sungai Elo, Sungai Progo dan sampai di Candi Pawon.

3. Pembangunan Candi Pawon

Selain penamaannya, pembangunan Candi Pawon juga belum bisa dipastikan bagaimana dan tujuan pembangunannya. Bahkan, tidak ditemukan teks kuno serta prasasti yang menceritakan mengenai candi pawon. Diduga, candi ini ditemukan sekitar tahun 1900-an dalam kondisi terbengkalai dan tertimbun semak-semak.

Candi ini diperkirakan telah ada sejak abad ke 8 – 9 Masehi dan dipugar tahun 1903 hingga 1908. Arsitektur dari candi ini terlihat beda dari Candi Buddha pada umumnya. Bentuk candi ini bisa dibilang lebih ramping seperti candi Hindu. Sehingga, Candi ini bisa dianggap menggabungkan antara bangunan Hindu dan Budha.

4. Material Yang Digunakan

Untuk material yang digunakan pada pembangunan candi ini adalah batu adhesit. Penggunaan batu adhesi ini bahkan sama seperti yang digunakan Candi Borobudur. Batu adhesit ini di tumpuk dan ditata sedemikian membentuk persegi dengan panjang tiap sisi 10 m dan tinggi hingga 13,3 m.

Pada bagian dinding luar candi dihiasi dengan relief kinara-kinari yang mengapit pohon kalpataru. Selain itu juga terdapat relief manusia terbang serta terdapat relief dewa kekayaan yaitu Dewa Kuwera yang ada di bagian utara dan selatan. Relief ini bahkan hampir rusak seluruh bagiannya. Selain itu, bagian atapnya berbentuk persegi dengan stupa-stupa kecil dan stupa besar di bagian puncaknya.

5. Arca Misterius

Yang unik di dalam candi ini adalah pada salah satu ruangan terdapat bekas yang menunjukkan bahwa ada benda yang pernah diletakkan. Di dalam candi Pawon terdapat arca bersinar yang mana pernah disebutkan dalam Prasasti Karang Tengah.

Sehingga para ahli bisa memperkirakan adanya sebuah arca Boddhisatva yang terbuat dari perunggu. Arca ini diperkirakan pada zaman dahulu pernah bersemayam di dalam ruangan tersebut. Arca Boddhisatva ini dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang sudah dianggap mencapai level kesucian Boddhisatva.

6. Ventilasi Candi Pawon

Lubang ventilasi candi  ini bahkan menjadi salah satu hal yang menarik yang bisa ditemukan oleh wisatawan ketika berkunjung ke Candi Pawon. Sampai saat ini belum diketahui apa fungsi sebenarnya lubang angin-angin ini. Lubang angin ini menunjukkan adanya aktivitas pembakaran yang dilakukan di dalam candi ini.

Sehingga tidak salah jika penamaan Candi ini adalah sebuah tempat pembakaran. Menurut Casparis, Candi ini pada masa itu digunakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra. Raja Indra merupakan ayah dari Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra.

Penutup

Candi Pawon adalah salah satu dari sekian peninggalan sejak zaman Kerajaan Budha yang ada di Magelang. Letaknya yang satu garis dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur ini seakan membuat candi ini berhubungan satu sama lain. Bahkan tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Sehingga bagi wisatawan yang ingin menambah pengetahuan seputar candi, wisatawan bisa menjadikan Candi Pawon sebagai rekomendasi wisata sejarah. Karena di wilayah ini banyak sekali hal-hal yang tentu belum pernah wisatawan temukan di tempat lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846