Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman, Tempat Mengenang Jenderal Sudirman

Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman
Rate this post

Jenderal Sudirman merupakan salah satu pahlawan Nasional yang mana merupakan pemimpin dari Perang Ambarawa. Beliau juga turut berperan dalam perang gerilya di Sobo, Pacitan. Perjuangan beliau saat menjadi pahlawan nasional ini dikenang dalam sebuah museum di Yogyakarta. Museum tersebut bernama Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman.

Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman merupakan salah satu dari sekian banyak museum yang ada di Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah. Yogyakarta sendiri juga memiliki banyak museum yang tentunya sangat menarik untuk dikunjungi.

Lihat beberapa Museum lain yang menarik untuk dikunjungi : Museum Biologi UGM, Museum Anak Kolong Tangga, Museum Batik Jogja.

Lokasi, Rute, Jam Operasional, Dan Tiket Masuk

Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman berada di Jalan Bintaran Wetan Nomor 3, Yogyakarta. Bagi wisatawan yang ingin menuju ke museum ini dari luar kota Yogyakarta, disarankan untuk menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Karena beberapa armada mobil sudah dilengkapi dengan GPS yang mampu memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke museum ini.

Jam operasional dari museum ini adalah dari hari Senin sampai Jumat jam 08.00 hingga 17.00 WIB. Untuk hari Sabtu, Minggu, dan Hari Besar Nasional, museum ini tutup. Untuk biaya tiket masuknya, wisatawan dikenakan biaya sukarela untuk menuju ke museum ini.

Sejarah Dan Bentuk Bangunan Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman

Ketika zaman Hindia Belanda, gedung ini menjadi rumah dinas Mr. Wijnchenk, seorang pejabat keuangan Pura Pakualaman. Lalu saat masa pendudukan Jepang, rumah ini dikosongkan serta perabotnya disita. Selama 3 bulan setelah Indonesia merdeka, gedung Ini digunakan sebagai Markas Kompi Tukul yang berasal dari Batalyon.

Pada tanggal 18 Desember 1945 sampai 19 Desember 1948, gedung ini menjadi kediaman resmi Jenderal Sudirman. Hari itu juga bertepatan dengan pelantikan beliau menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.

Pada Agresi Militer Belanda II, gedung ini digunakan sebagai markas tentara Belanda. Gedung ini kemudian digunakan sebagai Markas Komando Militer Kota Yogyakarta setelah pengakuan kedaulatan RI 27 Desember 1949. Selain digunakan menjadi markas, tempat ini juga digunakan sebagai Asrama Resimen Infanteri XIII dan Penderita Cacat.

17 Juni 1968 sampai 30 Agustus 1982, tempat ini menjadi bangunan Museum Angkatan Darat. Karena gedung ini dirasa tidak representatif untuk museum, kemudian museum ini menempati gedung baru di Markas Korem 072/Pamungkas di Jl. Jend. Sudirman 76.

Museum ini juga dipergunakan sebagai memorial museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman. Hal tersebut juga berdasarkan dari Surat Keputusan Kasad No. : Skep/574/VII/1982.

Pada tanggal 30 Agustus 1982, diresmikan Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman. Hari tersebut juga bersamaan dengan diresmikannya Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama. Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman diresmikan oleh Kasad Jenderal TNI Poniman.

Bentuk bangunan dari museum adalah berupa limasan. Dalam sebuah limasan terdapat bangunan yang penting, yaitu pendapa, bangunan utama, dan bangunan sayap kanan kiri. Tetapi di museum ini tidak terdapat pendapa. Museum ini terdapat ornamen hiasan yang berupa motif tumbuh-tumbuhan pada tiang penyangga bangunan utama dan sayap kanan kiri.

Ruangan Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman

Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman menjadi salah satu museum bersejarah. Tentunya museum ini menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan Jenderal Sudirman. Berikut adalah ruangan serta koleksi dari Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman.

1. Ruang Tamu dan Ruang Santai

Ruang tamu merupakan tempat untuk menerima tamu. Jenderal Sudirman menerima tamu baik dari pejabat maupun tamu keluarga pada masa itu. Di ruang ini dipamerkan pula dua buah lampu gantung serta dua perangkat meja kursi berbentuk muton dan beralaskan babut.

Selain dipergunakan untuk ruang tamu, ruang santai juga menjadi ruang dimana beliau membina keluarga. Tidak jarang juga ruang santai ini digunakan untuk membicarakan masalah tentang perjuangan Indonesia. Ruang ini juga memamerkan koleksi seperti radio kuno, barang pecah belah, lukisan dan seperangkat meja kursi dan lampu gantung.

2. Ruang Kerja

Jenderal Sudirman menggunakan tempat ini sebagai ruang kerja dalam mengemban tugas dan mengatur kebijakan TNI. Ruang ini memperlihatkan berbagai koleksi seperti pedang samurai yang digunakan waktu beliau menjadi Daidancho PETA. Selain itu terdapat juga replika keris yang digunakan saat masa perang gerilya.

Koleksi beliau yang lain seperti pesawat telepon, meja kursi kerja, meja kursi tamu, senjata, dan piagam penghargaan juga terdapat di ruang kerja ini. Tidak hanya piagam penghargaan saja, tetapi juga tanda jasa yang dianugerahkan Pemerintah kepada beliau juga ada di ruangan ini.

3. Ruang Tidur

Ruang tidur yang ada di museum ini terdiri dari dua bagian, yaitu ruang tidur tamu dan ruang tidur Jenderal Sudirman. Di ruang tidur tamu ini dipergunakan untuk tamu atau rekan yang ingin istirahat atau bermalam. Tempat tidur, almari pakaian, kursi tamu dan foto-foto keluarga menjadi barang koleksi di ruang ini.

Selain sebagai tempat tidur, tempat ini juga dipergunakan tempat untuk Jenderal Sudirman beribadah. Dalam ruangan ini dipamerkan berbagai koleksi seperti seperangkat tempat tidur, almari pakaian, dan tempat sembahyang. Di samping koleksi itu juga terdapat patung lilin Jenderal Sudirman yang sedang duduk lengkap dengan aksesoris yang beliau gunakan pada waktu itu.

Ruangan ini juga terdapat mesin jahit yang digunakan istri Jenderal Sudirman. Tidak hanya mesin jahit, lukisan Jenderal Sudirman beserta istrinya menggunakan baju adat Jawa juga menjadi pelengkap koleksi di ruangan ini.

4. Ruang Koleksi Kendaraan

Saat menempuh perjalanan perang gerilya dari kota Yogyakarta sampai ke kota Kediri, Jawa Timur Jenderal Sudirman pernah menggunakan mobil, dokar, dan dibawa dengan tandu. Perjalanan dengan dokar ini tidak ditarik dengan kuda melainkan ditarik oleh para pengawal Jenderal Sudirman.

Sekembalinya dari perang gerilya tanggal 10 Juni 1949 Jenderal Sudirman dijemput dengan kendaraan dinas yang mana merupakan kendaraan buatan Amerika. Sehingga di ruangan ini juga terdapat berbagai koleksi kendaraan yang pernah digunakan oleh Jenderal Sudirman.

5. Ruang Diorama

Di ruang ini terdapat 3 buah diorama yang menggambarkan berbagai kejadian penting yang pernah dialami oleh Jenderal Sudirman. Diorama yang pertama menggambarkan perjuangan Jenderal Sudirman pada saat Agresi Militer kedua tanggal 19 Desember 1948.

Kemudian pada Diorama yang kedua menggambarkan bagaimana situasi selama Jenderal Sudirman melaksanakan sekaligus memimpin gerilya. Lalu diorama yang terakhir menggambarkan situasi selama Jenderal Sudirman melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Panglima Besar di markas gerilya Sobo, Pacitan.

Diorama tersebut juga memamerkan tandu, tongkat dan peta rute gerilya yang digunakan oleh Jenderal Sudirman pada waktu itu.

6. Ruang Dokumentasi

Lalu pada ruang dokumentasi ini diisi dengan berbagai koleksi seperti biodata Jenderal Sudirman, foto-foto beliau, surat-surat tulisan tangan, dan beberapa koleksi dari Hotel Inna Garuda, Yogyakarta. Seperti beberapa pakaian-pakaian seragam serta kelengkapannya yang pernah dipergunakan oleh Jenderal Sudirman.

Penutup

Berwisata ke museum merupakan hal yang penting, karena wisatawan bisa menambah pengetahuan dari museum. Selain menambah pengetahuan, wisatawan juga bisa melihat bukti nyata berupa koleksi dari museum yang dikunjungi.

Museum Sasmita Panglima Jenderal Sudirman merupakan museum bersejarah yang ada di Yogyakarta. Hadirnya museum ini di Yogyakarta dapat menjadi rekomendasi wisata sejarah yang ada di Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846