Goa Rancang, Goa Bersejarah Di Gunungkidul

Goa Rancang

Goa Rancang Kencana atau yang biasa disebut dengan Goa Rancang merupakan obyek wisata yang terletak di Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul. Umur dari Goa ini diperkirakan sudah ada lebih dari 200 tahun. Sehingga, goa ini menjadi goa yang sudah tua tapi masih digunakan oleh masyarakat.

Lihat juga wisata goa lain yang tidak kalah unik : Goa Pindul

Sekilas Mengenai Goa Rancang

Goa Rancang Kencana memiliki mulut goa yang besar serta satu ruangan besar dengan ketinggian sekitar 12 meter. Total terdapat tiga ruangan yang salah satu ruangannya konon menghubungkan antara Goa Rancang Kencana ke Air Terjun Slempret.

Goa Rancang Kencono ini juga dapat dijadikan sebagai area untuk perkemahan. Akan tetapi, wisatawan harus memberitahukan kepada pihak pengelola Desa Wisata Bleberan terlebih dahulu sebelum melaksanakan kemah.

Lokasi, Rute, Jam Operasional, Dan Tiket Masuk

Bagi wisatawan yang bingung untuk menuju ke Goa Rancang, wisatawan bisa menggunakan aplikasi peta seperti Google Maps, Waze, dan lain-lain. Selain itu, bagi wisatawan yang datang dari luar kota juga bisa menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Mengingat juga tempat ini jauh dari pusat kota Yogyakarta, jadi wisatawan bisa menggunakan sewa mobil.

Wisatawan bisa berkunjung ke Goa Rancang ini mulai dari jam 08.00 hingga jam 17.00 WIB. Untuk harga tiket menuju ke Goa Rancang sekaligus ke Air Terjun Sri Gethuk, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp. 7.000. Biaya tersebut juga belum termasuk dengan rakit untuk menuju ke Air Terjun Sri Gethuk.

Sejarah Goa Rancang

Sejarah keberadaan Goa Rancang Kencono ini terdapat dalam buku Mozaik Pustaka Budaya Yogyakarta. Buku tersebut disusun oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta tahun 2003. Goa Rancang Kencana merupakan goa purba yang letaknya sejajar dengan Goa Braholo yang terdapat di Rongkop, Gunungkidul. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di sana.

Gua tersebut sudah dihuni sejak 3000 tahun yang lalu. Selain itu dalam penelitian tersebut juga ditemukan beberapa artefak batu dan tulang yang diperkirakan ada sejak ribuan tahun yang lalu. Sejarah mengenai goa rancang juga mengacu pada sekitar tahun 1720. Pada masa itu terjadi pelarian atau pengungsian laskar-laskar mataram dari wilayah timur.

Ada kedua orang laskar bernama Kyai Sorengpati dan Kyai Putut Linggo Bowo yang menjumpai sekelompok masyarakat yang memiliki pondok atau Planggrok. Kedua laskar tersebut merasa kehausan dan mendatangi salah satu warga untuk meminta air minum. Namun karena tidak ada air minum, maka kedua laskar tersebut diberi air bekas rebusan gandum.

Setelah berterima kasih kedua laskar tersebut melanjutkan perjalanan dengan perasaan tidak puas. Di perjalanan, mereka saling membicarakan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa mereka ketanggor atau terbentur dengan warga yang ternyata tidak memiliki air minum. Kemudian mereka bersumpah untuk menamai tempat tersebut dengan nama Tanggoran jika kampung tersebut sudah hidup makmur.

Tak jauh dari lokasi perkampungan tadi, kedua laskar tersebut berhenti pada sebuah goa untuk beristirahat. Di goa ini mereka beristirahat cukup lama karena mereka merasa mempunyai tempat untuk mengatur strategi dalam mengusir penjajahan Belanda.

Tidak hanya dari cerita kedua laskar tersebut, menurut cerita masyarakat sekitar tempat ini juga pernah digunakan untuk pertemuan para tokoh perjuangan. Bahkan Wali Songo juga pernah menggunakan tempat ini untuk menyusun strategi penyebaran agama Islam.

Asal Usul Nama Goa Rancang

Goa Rancang ini memiliki nama lain yaitu Goa Rancang Kencono. Secara harfiah, kata rancang berarti rencana, sedangkan kencono berarti emas atau mulia. Sehingga Goa Rancang Kencono berarti tempat untuk merancang perbuatan yang bertujuan mulia.

Obyek Menarik Di Goa Rancang

Goa Rancang menjadi goa yang dikunjungi oleh wisatawan karena menyimpan beragam obyek menarik. Berikut ini adalah obyek menarik yang ada di goa rancang.

1. Ruangan Pertama Goa

Ruangan pertama Goa Rancang merupakan ruangan besar yang luasnya sekitar 20 meter x 20 meter. Biasanya, ruangan ini digunakan sebagai tempat untuk berkumpulnya warga. Tidak hanya itu, tempat ini juga dijadikan sebagai lapangan bulutangkis oleh warga setempat. Sehingga ruangan ini memiliki daya guna untuk masyarakat.

2. Ruangan Kedua Goa

Berlanjut ke ruangan berikutnya yang mana sedikit lebih sempit dan lebih gelap dari ruangan sebelumnya. Di ruangan ini, wisatawan akan menemukan arca yang mirip dengan arca nandi yang berbentuk sapi yang menjadi kendaraan Dewa Siwa. Arca ini meski kondisinya cukup memprihatinkan, tetapi bentuknya masih bisa dikenali.

Ruangan ini juga digunakan sebagai tempat untuk bersemedi, baik mendapatkan wangsit maupun lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Di beberapa bagian ruangan juga masih dapat ditemui bekas-bekas sesaji dan juga dupa yang dibakar.

3. Ruangan Ketiga Goa

Di ruangan ini hanya terdapat sebuah celah kecil untuk masuk ke ruangan ini sehingga wisatawan harus berjalan menunduk bahkan merangkak. Celah kecil ini hanya bisa dilewati oleh satu orang. Ruangan yang kecil ini juga dahulu digunakan untuk bersemedi oleh para Laskar Mataram.

Yang unik di ruangan ini adalah terdapat lukisan bendera merah putih, lambang burung garuda, serta tulisan yang berjudul Prasetya Bhinnekaku. Tulisan ini berada di salah satu dinding goa yang konon merupakan bentuk penyemangat bagi Laskar Mataram yang sedang berperang.

4. Pohon Klumpit

Untuk masuk ke Goa Rancang Kencono, wisatawan harus menuruni anak tangga yang sudah dibangun secara permanen. Di samping anak tangga tersebut terdapat sebuah pohon besar yang namanya adalah Pohon Klumpit. Pohon ini tumbuh menjulang hingga melebihi bagian atap goa. Pohon ini juga menjadi obyek menarik di goa ini.

5. Batu Stalaktit

Selain keberadaan pohon Klumpit, Goa Rancang Kencono juga memiliki beberapa batuan stalaktit yang cantik. Akan tetapi banyak di antara stalaktit tersebut yang sudah mati karena tidak ada air yang menetes. Matinya batu stalaktit tersebut tidak hanya berpengaruh dari faktor alam, tetapi juga faktor manusianya sendiri.

6. Air Terjun Sri Gethuk

Rasanya tidak lengkap jika wisatawan tidak berkunjung ke Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun yang masih asri ini menjadi daya tarik dari obyek wisata ini. Untuk menuju ke air terjun ini dari Goa Rancang, wisatawan harus berjalan kaki terlebih dahulu kemudian menaiki rakit sampai ke air terjun.

Setelah sampai, wisatawan akan melihat pemandangan yang indah dan udara sejuk di Air Terjun ini. Kebanyakan wisata yang berkunjung ke sini ingin merasakan segarnya mata air serta berenang di aliran air terjun. Tidak jarang juga ada wisatawan yang terjun dari atas bukit untuk memacu adrenalin mereka.

Lihat juga wisata alam lain : Embung Tambakboyo

Goa Rancang merupakan obyek wisata yang ada di daerah Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. Tempat ini dikunjungi wisatawan karena berbagai hal unik dan bersejarah bisa ditemukan di sini. Salah satu sejarah yang bisa digali adalah tempat ini pernah digunakan para laskar Mataram untuk beristirahat.

Tidak hanya goa saja yang menarik di sini, wisatawan juga bisa merasakan segarnya Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun ini juga tidak kalah dari air terjun lain yang ada di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× 0818-635-846